Gatot Diadili di Pengadilan Tipikor Medan Pekan Depan

1034
Pesona Indonesia
Gatot Pujo Nugroho. Foto: Dokumen JPNN
Gatot Pujo Nugroho. Foto: Dokumen JPNN

batampos.co.id – Pengadilan Tipikor Medan sudah menetapkan sidang perdana Mantan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Gatot Pudjo Nugroho pada hari Senin, 1 Agustus 2016, mendatang.

Sidang perdana itu mengagendakan pembacaan surat dakwaan dan berkas kasus korupsi Dana Bantuan Sosial (Bansos) dan Dana Hibah Pemerintah Provensi Sumatera Utara (Pemprovsu) tahun anggaran (TA) 2012-2013.

Dalam kasus korupsi, yang menyeret mantan orang nomor di Pemerintah Provensi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) akan dipimpin majelis hakim Janiko MH Girsang, bersama dua anggota majelis hakim, yakni Berlian Napitulu dan Mery Purba.

“Untuk berkas sudah kita terima pada hari Jumat (22/7) lalu. Dan sudah ditetapkan jadwal sidang pada tanggal 1 Agustus 2016, mendatang,” sebut Juru Bicara PN Medan, Erintuah Damanik seperti dikutip dari Sumut Pos (Jawa Pos Group), Kamis (28/7) siang.

Selain itu, PN Medan juga sudah menunjuk juru tulis atau panitera pengganti dalam kasus korupsi dengan terdakwa Gatot Pudjo Nugroho ini.”Ada dua, Sariduma sama Sederhana,” jelasnya.

Untuk sidang Gatot Pudjo Nugroho, pihak PN Medan juga melakukan kordinasi pihak kepolisian dari Polresta Medan prihal pengamanan selama proses persidangan tersebut.

“Selalu ada kombinasi dengan pihak kepolisian. Kita lihat berapa banyak massa yang datang. Termasuk sudah kita kordinasikan dengan polisi juga,” tuturnya.

Untuk mengadili Gatot Pudjo Nugroho. Kejari Medan menyiapkan 10 jaksa penuntut umum (JPU).”Dua dari kejari Medan, dua dari Kejati Sumut. Sisanya, dari Kejaksaan Agung (Kejagung),” jelas Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Medan, Haris Hasbullah.

Haris Hasbullah juga menceritakan, bahwa Gatot Pudjo Nugroho dalam sidang nantinya. Dia tidak didamping kuasa hukum pribadi. Namun, menggunakan pengecara yang disediakan oleh negara atau pengecara prodeo.”Sudah mengajukan dia (Gatot) untuk pengacara prodeo. Pastinya, kita siapkan lah untuk sidangnya,” tutup Haris Hasbullah.

Sebelumnya, Kejagung melimpahkan berkas perkara bersama tersangka Gatot Pudjo Nugroho ke Kejari Medan. Selanjutnya, Gatot Pudjo Nugroho langsung menghuni di sel Tipikor Lembaga Pemasyarakat (Lapas) kelas IA Tanjung Gusta, Medan, Selasa (19/7) malam.

Kini, Terpidana kasus suap hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan itu menghuni blok sel T5 Lapas Tanjung Gusta Medan, selama proses persidangan di Pengadilan Tipikor Medan terkait kasus korupsi yang menjerat dirinya.

Untuk diketahui, dalam perkara kasus korupsi Bansos tahun 2012-2013 itu, negara dirugikan mencapai Rp 2,8 miliar. Selain Gatot Pudjo Nugroho, Penyidik Kejagung juga mentepkan Eddy Sofyan dan sudah menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Dalam kasus ini, Gatot Pudjo Nugroho diduga melakukan korupsi bersama dengan anak buahnya, yakni Eddy Sofyan terdakwa kasus korupsi Dana Bantuan Sosial (Bansos) dan Dana Hibah Pemerintah Provensi Sumatera Utara (Pemprovsu) tahun anggaran (TA) 2012-2013.

Dimana, Mantan Kepala Badan Kesbangpol dan Linmas Pemerintah Provinsi Sumatra Utara divonis 5 tahun penjara. Selain itu, dalam amar putusan majelis hakim juga mewajibkan terdakwa untuk membayar denda sebesar Rp 200 juta, subsider enam bulan kurungan penjara.(jpg)

Respon Anda?

komentar