Kamaruddin Kemudikan Motor Dalam Kondisi Mabuk, Taufan Tewas

567
Pesona Indonesia
 Kamarudin (baju kotak-kotak merah) usai menjalani sidang. Foto: Osias De / Batampos
Kamarudin (baju kotak-kotak merah) usai menjalani sidang. Foto: Osias De / Batampos

batampos.co.id – Kamaruddin alias Rama (22), terdakwa kasus kelalaian lalulintas ternyata tengah mabuk berat karena usai mengkonsumsi minuman beralkohol saat kejadian. Kecelakaan itu menyebabkan korban M Taufan meninggal.

Hal, tersebut terbukti didalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Rabu (27/7), dengan agenda mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Haryo Nugroho.

Salah seorang saksi yang membawa korban dan terdakwa ke RSAL Tanjungpinang, Tilas, mengatakan saat membawa terdakwa, dirinya mencium bau alkohol dari mulut terdakwa. Selain itu, saat dibawa terdakwa juga dalam kondisi mabuk berat.

”Saya waktu itu melihat ada keramaian di depan PLTD Sukaberenang. Ternyata ada orang yang tergeletak dalam kondisi tidak sadarkan diri dan ada yang dalam kondisi mabuk berat,” ujar Tilas.

Sementara itu, saksi Gede, mengatakan, adanya kecelakaan di depan PLTD Sukaberenang, diketahui ketika mendengar suara benturan yang cukup keras. Ia pun langsung berlari keluar warnet untuk melihat.

”Saat itu seingat saya hari Minggu, pukul 03.00 WIB. Ketika saya keluar saya lihat ada sepeda motor yang terpental menabrak pembatas jalan (trotoar). Saya lihat satu orang tidak sadarkan diri dan satu lagi dalam keadaan mabuk,” kata Gede.

Saat peristiwa tersebut, jelas Gede, ia dan beberapa warga membantu memasukkan korban kedalam mobil saksi Tilas, untuk di bawa ke rumah sakit agar mendapatkan perawatan medis.

Setelah mendengarkan keterangan saksi, ketua majelis hakim Zulfadli yang memimpin jalannya persidangan dibantu dua hakim anggota Acep Sopian dan Afrizal, menunda persidangan satu minggu kedepan dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa.

Sementara itu dalam sidang mendengarkan dakwaan penuntut umum, terdakwa Kamaruddin terbukti bersalah karena kelalaiannya dalam mengendarai sepeda motor menyebabkan orang lain meninggal dunia. Sebagaimana dalam dakwaan pertama melanggar pasal 310 ayat 4 UU RI nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan dan melanggar pasal 311 ayat 5 UU RI nomor 22 tahun 2009 tentang lalulintas dan angkutan jalan sebagaimana dalam dakwaan kedua.

Kecelakaan lalulintas itu sendiri berawal saat terdakwa bersama Taufan (korban meninggal) hendak pulang ke rumah dengan mengendarai sepeda motor Suzuki Satria FU BP 6735 WC, dalam kondisi mabuk usai mengkonsumsi minuman keras.

Saat itu terdakwa mengendarai motor dengan kecepatan 60 kilometer perjam, saat di TKP terdakwa kehilangan kendali sehingga menabrak trotoar dan mengakibatkan korban Taufan terpental kebahu jalan.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar