Kesadaran Wajib Pajak Kendaraan di Bawah 80 Persen

295
Pesona Indonesia
Sosialisasi taat pajak di simpang Masjid Azulfa, Dabon Singkep, Rabu (27/7) pagi. foto:wijaya satria/batampos
Sosialisasi taat pajak di simpang Masjid Azulfa, Dabon Singkep, Rabu (27/7) pagi.
foto:wijaya satria/batampos

batampos.co.id – Kepala Kantor Pelayanan Pajak Daerah (KPPD) Lingga, Ria Purwantari, menyebutkan kesadaran pemilik kendaraan untuk taat membayar pajak masih minim dengan persentasi masih di bawah angka 80 persen. Kondisi ini tentunya menghambat pendapatan daerah dari pajak kendaraan bermotor dan pajak balik nama.

“Saya tidak bawa datanya, tapi saya kira ketaatan masyarakat membayar pajak kendaraan masih di bawah 80 persen,” kata Ria Purwantari ketika ditemui saat menggelar razia sosialisasi taat pajak di simpang Masjid Azulfa, Dabon Singkep, Rabu (27/7) pagi.

Selain itu, Ria juga menduga adanya tunggakan pajak yang terjadi akibat kondisi perekonomian di daerah tersebut. Wanita berkerudung ini memberikan contoh seperti masyarakat yang tidak dapat membayar kredit motor atau mobil ke dealer tentu bermasalah juga dengan menunggak pembayaran pajak. Mungkin saja hal ini terjadi di Kabupaten Lingga.

Semestinya dalam kasus ini, masih kata Ria, wajib pajak itu dikenakan kepada pemilik kendaraan. Jika kendaraan ditarik oleh dealer, maka yang wajib bayar pajak adalah dealer.

“Tapi mungkin saja ketika motor atau mobil tarikan itu dibeli kembali oleh masyarakat, dealer mengurus pajak itu kembali, tapi tetap aja terjadi penunggakan pajak karena tidak sesuai dengan ketentuan waktu yang ada,” kata Ria.

Diharapkan Ria, semua pihak semestinya membayar pajak sesuai dengan waktu yang telah ditentukan sehingga tidak menunggak karena berakibat menyulitkan pemilik kendaraan itu sendiri yang semakin mahal. Namun Ria merasa bersyukur adanya peningkatan ketaatan masyarakat untuk membayar pajak kendaraan.

Kegiatan sosialisasi taat pajak ini akan dilakukan KPPD sebanyak emapat kali dalam satu tahun. Sosialisasi dari tingkat I ini dilakukan diseluruh jajaran KPPD yang ada di Provinsi Kepri.

Sementara itu ditempat yang sama, Kasat Lantas Polres Lingga AKP Tasriadi mengatakan, sosialisasi taat pajak kali ini ditujukan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih mengerti tentang pentingnya pembayaran pajak untuk daerah.

“Pajak itukan dari masyarakat kembali untuk masyarakat,” ujar Tasriadi.

Tapi dalam kegiatan ini, Tasriadi akan menindak bagi pengendara yang membawa kendaraan di atas kewajaran. Seperti tidak layak jalan, atau tidak memiliki dokumen resmi sama sekali. (wsa/bpos)

Respon Anda?

komentar