KPPAD Kepri Minta Hukum Berat Pelaku Penganiayaan dan Perdagangan Al

424
Pesona Indonesia
ilustrasi prostitusi
ilustrasi penganiayaan dan perdagangan anak

batampos.co.id – Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kepri meminta polisi mengusut tuntas penganiayaan dan perdagangan anak yang dialami Al. Termasuk memberikan hukuman yang berat kepada ibu angkat dan ayah tiri Al.

“Laporan kasus ini sudah dierima pihak kepolisian. Kita minta pelakunya dihukum berat,” ujar Komisione KPPAD, Erry Syahrial, kemarin.

Menurutnya, Al kini mengalami trauma berat dan sudah menjalani terapi psikologi. Gadis cilik ini mengaku takut untuk bertemu ibu angkatnya, Yanti.

“Maka dari itu kita terus mendampingi korban. Dan saat ini dia (Al) dalam asuhan dan pengawasan kita,” terangnya.

Erry menjelaskan pihaknya sudah berkoordinasi dengan KPPAI untuk mencari keberadaan ibu kandung korban, Mega yang kini berada di Jakarta. Selain itu, meminta pihak kepolisian menangkap Herman yang tega menjual anak tirinya tersebut seharga Rp 5 juta.

“Ini akan menjadi pengajaran kepada orangtua angkat lainnya agar tidak sembarangan mendidik anak,” tegas Erry.

Dia meminta kepada seluruh orangtua untuk memberikan pendidikan dan pengajaran yang benar kepada anak-anaknya. Dan menitipkan anak kepada orang yang benar.

“Sehingga nantinya tidak ada kesalahan dalam mendidik anak,” paparnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Al, warga Perum griya Pratama Aviari Batuaji mengalami luka disekujur tubuhnya. Bocah berusia 9 tahun ini dianiaya ibu angkatnya bernama Yanti. Ironisnya, penganiayaan itu diterima Al sejak dua tahun belakangan. (opi)

Respon Anda?

komentar