Retribusi Parkir di Anambas Merosot 60 Persen

299
Pesona Indonesia
Retribusi parkir  di Anambas mengalami penurunan sekitar 60 persen sejak dua tahun ini. foto:syahid/batampos
Retribusi parkir di Anambas mengalami penurunan sekitar 60 persen sejak dua tahun ini. foto:syahid/batampos

batampos.co.id – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kepulauan Anambas khususnya dari retribusi parkir menurun jauh dari tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2014 lalu target retribusi parkir memenuhi target yakni sekitar Rp100 juta dalam satu tahun. Namun pada dua tahun terakhir ini turun menjadi sekitar Rp 30 jutaan.

“Dua tahun terakhir ini pendapatan dari hasil pajak retribusi parkir mengalami penurunan sekitar 60 persen jika dipersentasekan,” ungkap Kepala Bidang Pendapatan Asli Daerah Dinas Penadpatan Daerah Kabupaten Kepulauan Anmabas Risdayani (27/7).

Ia mengatakan hal ini dihitung sesuai dengan anggaran yang disetorkan dari pihak pengelola parkir yakni Dinas Perhubungan (Dishub) melalui rekening kas daerah. Diakuinya penurunan retribusi parkir besar kemungkinan beberapa faktor. Hal itu sesuai yang disampaikan dari Dishub kepada pihaknya saat ditanya terjadinya penurunan pendapatan.

Untuk mengetahui lebih jauh secara teknis dilapangan ia mengarahakan kepada awak media agar dapat mengkonfirmasi dengan pihak yang mengelola yakni Dishub. “Kalau ingin tahu secara teknis tanya dengan pihak pengelola,” ucapnya.

Sementara itu saat ditemui, salah satu pengawas lapangan juru parkir yang ditugaskan oleh Dishub, Aris Nopiana mengatakan terjadinya penurunan pendapatan parkir dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni kurangnya kesadaran pengendara bermotor yang menggunakan jasa parkir untuk membayar uang parkir. Ditambah lagi dengan ketersediaan lahan parkir yang terbatas.

Diakuinya ada enam titik yakni di Pasar Baru Tarempa, Bank Nasional Indonesia Tarempa, Bank Riau Kepri Tarempa, Belakang Pasar Impres, Depan Loka dan di depan Siantan Farma. “Lahan itu terlalu sempit, sementara itu di kecamatan lain belum dipungut seperti Kecamatan Palmatak, Siantan Tengah, Siantan Timur, Siantan Selatan, Jemaja Timur, Jemaja,” jelasnya.

Menurutnya saat ini pihak Dishub masih melakukan sosialisasi terkait retribusi parkir, oleh sebab itu belum melakukan penetapan untuk sejumlah kecamatan yang lain, terkecuali Kecamatan Siantan. Ia menambahkan karcis yang diberikan kepada juru parkir setiap harinya berjumlah 100 karcis, namun yang habis dipakai saat ini hanya sekitar 30 karcis per satu titik lahan parkir. Hal itu jika pengendara kendaraan bermotor banyak menggunakan jasa parkir.

Diakuinya, saat ini juru parkir menggunakan sistem gaji perbulan untuk membayar jasanya sebagai juru parkir. Gaji yang dibayarkan perbulannya Rp 1,4 juta perorang, sedangkan petugas juru parkir berjumlah 6 orang. Ia menjelaskan jasa yang dipungut setiap sekali masuk parkir bagi pengendara kendaraan dikenakan biaya perunit sepeda motor hanya Rp 1000.

“Jumlah pendapatan parkir setiap hari kita kumpulkan dari juru parkir untuk disetorkan ke kas daerah melalui rekening. Setiap hari biasanya kami setorkan ke Dispenda melalui Bank setelah saya laporkan ke pimpinan,” jelasnya (sya/bpos).

Respon Anda?

komentar