Seluruh Anggota DPRD Anambas Kunker ke Jakarta, Gedung Dewan Bakal Sepi

821
Pesona Indonesia
DPRD Anambas. foto:dok
DPRD Anambas. foto:dok

batampos.co.id – Seluruh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Anambas yang berjumlah 20 orang dalam waktu dekat ini dipastikan tidak ngantor. Pasalnya mereka melakukan Kunker (Kunjungan Kerja) ke Jakarta untuk menyampaikan Rencana Peraturan Daerah Laporan Pertanggungjawaban Pemerintah APBD tahun 2015 (Ranperda LPP APBD) dan Ranperda RPJMD (Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah) tahun 2016-2021.

Mereka terbagi menjadi dua pansus. Satu pansus membahas tentang Ranperda RPJMD dan satu pansus lainnya membahas tentang laporan pertanggungjawaban.

Sebagian anggota dewan itu sudah ada yang berangkat ke Jakarta beberapa waktu lalu, tapi ada sebagian lagi yang masih di Anambas dan pada hari ini Kamis (28/7) dijadwalkan mereka akan berangkat menyusul ke Jakarta.

Salah seorang anggota DPRD yang masih tertinggal Dhanun, mengatakan, mereka paling cepat akan kembali ke Anambas selama enam hari kedepan. Berdasarkan SPT (Surat Perintah Tugas), jika perjalanan dinas di satu provinsi biasanya sekitar lima hari kerja, tapi jikalau lain provinsi, SPT-nya enam hari kerja.

Dirinya mengakuinya bahwasawanya dalam enam hari kedepan kantor DPRD kosong tanpa wakil rakyat. “Semua anggota DPRD mulai hari ini hingga besok tidak berada di tempat, kami melakukan kunker ke Jakarta yang tergabung dalam Panitia Khusus (Pansus), besok kami berangkat,” kata Dhanun satu anggota DPRD yang masih ada di Anambas saat ditemui diruang kerjanya Rabu (27/7).

Diakuinya Anambas memiliki rentang kendali transportasi yang sangat minim. Oleh sebab itu pihaknya selalu mengalami kendala terkait moda transportasi menuju ke daerah lain. Mulai dari hendak berangkat ke tempat tujuan hingga kembali ke daerah.

Menurutnya 6 hari melaksanakan tugas, ia menilai masih kurang, sebab moda transportasi yang dialami menjadi suatu persoalan bagi pihaknya. Tidak jarang saat hendak kembali ke daerah sejumlah anggota DPRD tidak bisa kembali sesuai jadwal, sebab harus menunggu kedatangan kapal Pelni yang berangkat menuju Anambas.

Dengan terpaksa mereka harus mengeluarkan uang yang lebih untuk menginap di Provinsi Kepulauan Riau seperti kota Tanjungpinang dan Batam. “Kita hanya ditanggung enam hari saja lebih dari enam hari maka tanggungjawab pribadi,” ungkapnya.

Dirinya menjelaskan, terkait dengan kunker itu, pansus merupakan alat kelengkapan yang bersifat sementara. Pansus dibentuk dengan keputusan DPRD dalam rapat paripurna DPRD atas usul anggota setelah mendengar pertimbangan Bamus (Badan Musyawarah). DPRD menetapkan susunan dan keanggotaan Pansus berdasarkan pertimbangan dan pemerataan jumlah anggota tiap-tiap fraksi.

Jumlah anggota Pansus ditetapkan oleh rapat paripurna dengan mempertimbangkan jumlah anggota setiap komisi yang terkait dan disesuaikan dengan program atau kegiatan serta kemampuan anggaran DPRD. Saat ini pansus dibagi dua tim, masing-masing tim pansus terdiri dari 10 orang anggota DPRD. Oleh sebab itu pihaknya terbagi dua kegiatan dengan masing-masing kegiatan.

Untuk mendapatkan hasil dari keputusan Kunker tersebut saat ini ia belum bisa memberi gambaran, namun ia pastikan tentu hasil yang dibahas oleh tim pansusnya akan disampaikan didalam pembahasan rapat DPRD nantinya. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar