Sinyal Kuat Kenaikan Tarif Listrik Batam dari DPRD

564
Pesona Indonesia
Pembangkit listrik. Foto: istimewa
ilustrasi. Foto: istimewa

batampos.co.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepri sepertinya bakal menyetujui kenaikan Tarif Listrik Batam (TLB) untuk pelanggan rumah tangga. Para wakil rakyat itu menilai, kenaikan tarif listrik yang diajukan PT PLN Batam itu tak bisa dihindari lagi.

Hal ini disampaikan Ketua Komisi II DPRD Kepri, Iskandarsyah. Menurutnya, alasan PLN Batam mengajukan kenaikan tarif cukup masuk akal. Meski begitu, kata dia, Komisi II dan III DPRD Kepri akan tetap akan memperhatikan beberapa pertimbangan.

“Memang sepertinya tak bisa dihindari. Tapi usulan (kenaikan tarfi) ini masih diperdebatkan, apakah diterima atau ditolak,” kata Iskandar, Rabu (27/7).

Menurut Iskandar, selain memperhatikan kepentingan masyarakat, DPRD Kepri juga akan mempertimbangkan kondisi perusahaan PLN Batam. Sehingga dalam menentukan persentase kenaikan tarif listrik nanti tidak memberatkan masyarakat dan tidak merugikan PLN Batam.

Politikus PKS ini menyebut, eksistensi perusahaan PLN Batam juga menjadi prioritas. Sebab bagaimanapun keberadaannya sangat penting bagi masyarakat dan pengusaha. Khususnya di Batam.

“Infrastruktur listrik sangat penting. Ini juga menentukan dan mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Menurut penjelasan PLN Batam, kata Iskandar, saat ini PLN Batam mengalami defisit keuangan. Untuk menambal defisit tersebut, perusahaan memanfaatkan biaya sambungan baru dan bunga deposito di bank. Kondisi ini membuat PLN Batam sulit mengembangkan investasi kelistrikan.

Padahal, tingkat kebutuhan listrik di Batam kian meningkat seiring pertumbuhan penduduk. Selain itu, permintaan listrik dari kalangan bisnis juga dipastikan akan terus bertambah.

“Tapi kondisi perusahaan (PLN) saat ini sedang tidak sehat. Sehingga tak bisa melakukan ekspansi,” katanya.

Menurut dia, kenaikan tarif listrik PLN Batam dimaksudkan agar anak perusahaan PLN Persero itu bisa meningkatkan investasi ketenagalistrikan di Batam. Misalnya dengan menambah jaringan dan pembangkit listrik baru untuk memenuhi permintaan strum.

Selain alasan merugi, kata Iskandar menyebut kenaikan tarif listrik yang diusulkan PLN Batam dinilai wajar. Sebab kata dia, tarif listrik PLN Batam saat ini merupakan yang termurah di wilayah ASEAN.

Meski mengisyaratkan bakal memuluskan rencana kenaikan TLB PLN Batam, Iskandar mengaku tidak akan serta merta menyetujui angka yang diusulkan. Yakni sekitar 40 persen, khususnya untuk pelanggan rumah tangga kategori menengah ke atas.

“Apapun keputusannya nanti, PLN tetap harus memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” katanya. (JPG)

Respon Anda?

komentar