Tabrak Sapi di Jalan, Tupang Meninggal

1124
Pesona Indonesia
Jenazah  Mangoran Simatupang saat dibawa ke pemakaman. foto:hasbi/batampos
Jenazah Mangoran Simatupang saat dibawa ke pemakaman. foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – Mangoran Simatupang alias Tupang, warga Daik yang menjadi korban lakalantas akibat menabrak ternak lembu warga yang berkeliaran akhirnya hembuskan nafas terakhir di RSUP Tanjungpinang. Setelah mendapat perawatan intensif selama 10 hari pasca kejadian karena cidera parah bagian kepala, almarhum akhirnya dibawa kembali ke rumah duka di Kampung Cening, Daik, untuk kemudian disemayamkan.

Pantauan dilapangan, ratusan warga, sanak saudara serta kerabat ramai berdatangan melayat dan mengantar jenazah ke pemakaman. Tupang yang dikenal ramah oleh warga ini meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak.

Taufiq, kerabat korban mengatakan peristiwa kecelakan yang tidak terduga tersebut dapat memberikan kesabaran dan ketabahan kepada keluarga. Dikatakannya, sekitar pukul 10.00 WIB, Tupang pun disemayamkan di pemakaman keluarga Kampung Tanda Hulu.

“Semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik disisi-Nya. Dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran,” ungkap Taufiq.

Meski pihak keluarga telah mengikhlaskan peristiwa naas yang menimpa almarhum, ternak lembu warga yang masih banyak berkeliaran diharapkan Taufiq menyadarkan pemerintah maupun pemegang kebijakan di Kecamatan Lingga yang juga menjadi pusat ibukota kabupaten Lingga ini. Ia berharap, kedepan tak ada lagi peristiwa serupa yang menelan korban jiwa.

“Dan semoga pemerintah ataupun pemegang kebijakan mengambil pelajarannya,” jelas Taufiq.

Maksud Taufiq agar persoalan ternak warga yang berkeliaran bebas dapat segera ditertibkan. Pemerintah selama ini dianggap tutup mata. Meski terus menjadi keluhan masyarakat, namun tidak pernah menjalankan Peraturan Daerah (Perda) tentang kenyamanan, keamanan dan ketertiban hingga menyebabkan kehilangan nyawa warga. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar