Tinggalkan Bank Dunia, Sri Mulyani Pilih Jadi Menteri sebab …

477
Pesona Indonesia

smibatampos.co.id – Sri Mulyani Indrawati (SMI) meninggalkan posisinya keren di Bank Dunia untuk menjadi Menkeu.

Sejak Juni 2010, perempuan kelahiran Bandar Lampung, 26 Agustus 1962 itu dipercaya sebagai managing director atau direktur pelaksana Bank Dunia. Di lembaga keuangan internasional yang berbasis di Washington itu, Mbak Ani, sapaan akrabnya, juga dipercaya sebagai chief operating officer (COO).

Gampangnya, SMI adalah orang kedua dalam struktur petinggi Bank Dunia. Di posisi puncak saat ini ada Jim Yong Kim, presiden Bank Dunia.

Lantas, berapa gaji Mbak Ani di Bank Dunia? Ternyata pendapatan bersih Mbak Ani dalam setahun bisa mencapai USD  630.175. Jika dirupiahkan sekitar Rp 8.192.275.000.

Jumlah itu terdiri dari gaji USD 409.950 per tahun, ditambah dana pensiun USD 120.566 dan sejenis remunerasi  USD 99.659. Angka itu merujuk pada laporan terakhir Bank Dunia tentang gaji eksekutifnya yang berlaku mulai 1 Juli 2015 hingga 30 Juni 2016.

Merujuk pada laporan itu, selisih gaji SMI dengan Jim Young Kim adalah USD 82.740. Kim mendapat gaji per tahun sebesar USD 492.690.

Meski demikian angka itu sudah mengalami kenaikan. Pada periode 2011-2012, gaji SMI di Bank Dunia adalah USD 378.599 dengan tunjangan pensiun USD 88.819 dan remunerasi USD 85.563.

Sebagai perbandingan, berdasarkan laporan gaji yang berlaku mulai 1 Juli 2011 hingga 30 Juni 2012, Robert B Zoellick yang kala itu menjadi presiden Bank Dunia punya gaji USD 467.940 per tahun. Tambahannya adalah dana pensiun USD 109.779 dan tunjangan lainnya USD 204.956.

Sedangkan pada periode 1 Juli 2012 hingga 30 Juni 2013, gaji SMI dari Bank Dunia adalah USD 381.250 per tahun. Tambahannya adalah dana pensiun USD 97.333 dan remunerasi USD 86.163.

Tapi kini SMI memilih kembali ke Indonesia menjadi pembantu Presiden Jokowi.  Sebagai menteri keuangan, gajinya paling sekitar Rp 19 juta.

Di luar itu masih ada dana operasional menteri. Kisarannya Rp 125 juta per bulan.

Tapi Mbak Ani punya alasan tersendiri sehingga memilih menjadi Menkeu ketimbang bertahan di Bank Dunia. Ia merasa terpanggil untuk ikut memperbaiki perekonomian nasional.

“Jadi saya merasa terhormat diminta kembali oleh Pak Presiden untuk bekerja sama dengan menteri kabinet yang lain menjalankan sisa masa kabinet ini. Semoga itu bisa dicapai,” katanya.(ara/jpnn)

Respon Anda?

komentar