Ujian Berat Jamaah Haji, Suhu di Madinah 55 Derajat Celcius

497
Pesona Indonesia
Jutaan jamaah dari berbagai negara tawaf di Masjidil Haram. Foto: istimewa
Jutaan jamaah dari berbagai negara tawaf di Masjidil Haram. Foto: istimewa

batampos.co.id – Anda hendak berangkat haji tahun ini? Jika iya siapkan diri Anda.

Cuaca di Tanah Suci diprediksi mencapai 50-55 derajat Celcius selama Agustus-September nanti.

Untuk mengantisipasi cuaca panas itu, jamaah diminta menghindari kegiatan yang tak perlu di luar pemondokan.

Direktur Pelayanan Haji (Diryanhaj) Luar Negeri Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Sri Ilham Lubis mengatakan, salah satu layanan baru di Madinah adalah pemberian air minum setibanya jamaah di kamar hotel.

Air minum itu cukup dibutuhkan mengingat jamaah memiliki sangat terbatas untuk berbelanja. Selain itu jamaah juga baru tiba dari perjalanan dari bandara ke hotel.

Sri Ilham menuturkan seluruh jamaah haji gelombang pertama mendarat di Madinah. Setelah melewati proses imigrasi di bandara Madinah, jamaah langsung masuk bus untuk dibawa ke hotel masing-masing. Dia menegaskan ada 103 unit hotel yang bakal ditempati jamaah selama di Madinah. Seluruhnya berada di wilayah markaziyah atau 600 meter dari masjid Nabawi.

’’Setelah di hotel, kami akan pisah antara jamaah perempuan dengan laki-laki,’’ tuturnya.

Selain menerima air minum, jamaah juga mendapatkan makan selamat datang dari pihak hotel dan katering yang sudah ditetapkan. Supaya tidak berebut, makanan diberikan ke  masing-masing ketua rombongan.

Selama di Madinah jamaah akan menjalani ritual ibadah salat 40 waktu (arbain). Sri Ilham menuturkan sebaiknya jamaah kembali ke asrama haji untuk istirahat setelah melakukan salat lima waktu.

’’Apalagi jarak antara hotel dengan masjid Nabawi tidak terlalu jauh,’’ katanya.

Pengalaman selama ini banyak jamaah yang berlama-lama di masjid Nabawi. Untuk sekaligus melakukan beberapa solat lima waktu. Misalnya selama zuhur sampai ashar jamaah berada di masjid Nabawi. Setelah itu pulang dan ke masjid kembali saat salat Maghrib dilanjut Isya. Sri Ilham mengatakan jamaah dan pembibingnya diharapkan bisa mengatur waktu dan menghemat tenaga.

Sebab dia menuturkan puncak ibadah haji bagi jamaah gelombang pertama itu masih lama. Setelah berada di Madinah selama delapan hari, mereka menempuh perjalanan panjang menuju kota Makkah. Perjalanan dari Madinah ke Makkah ini sepanjang 600 km dengan jarak tempuh sekitar 5-6 jam. Setibanyak di Makkah jamaah mulai menjalankan ibadah di Masjidilharam dan puncaknya di Armina. ’’Jangan sampai ada sakit karena kelelahan selama berada di Madinah,’’ tuturnya.

Semantara itu untuk menutup kuota haji reguler, Kemenag ternyata membuka masa pelunasan BPIH tambahan. Masa pelunasan tambahan ini dibuka karena sampai pelunasan BPIH masih ada sisa kuota.

’’Sisa kuota dari tahap dua, sebenarnya diisi dari cadangan. Tetapi masih ada yang tersisa,’’ kata Kasubdit Pendaftaran Haji Kemenag M. Noer Alya Fitra.

Pejabat yang akrab disapa Nafit itu mengatakan pengisian sisa kuota tahap akhir itu hanya untuk Papua Barat dan Jakarta saja. Total sisa kuota untuk dua provinsi itu hanya 29 orang. Pelunasan paling akhir ini sudah ditutup Kemenag pada 22 Juli lalu.

’’Alhamdulillah sekarang sudah terisi semua,’’ jelasnya.

Dia menegaskan saat ini sudah tidak ada pelunasan BPIH reguler lagi. Kemenag sudah berfokus untuk mengurus penerbitan visa haji. (wan/agm/jpgrup)

Respon Anda?

komentar