Ada Sembilan Isu Strategis RPJMD Karimun

492
Pesona Indonesia
Bupati Karimun Aunur Rapiq membuka  Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Karimun tahun 2016-2021. foto:ist
Bupati Karimun Aunur Rapiq membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Karimun tahun 2016-2021. foto:ist

batampos.co.id – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Karimun tahun 2016-2021, dibuka secara resmi oleh Bupati Karimun Aunur Rafiq, Kamis (28/7) kemarin. Musrenbang RPJMD merupakan penjabaran visi misi dan program lima tahun ke depan untuk mewujudkan sinergisitas perencanaan pembangunan daerah, dan nasional.

“Melalui Musrenbang RPJMD kali ini, masyarakat dapat mengetahui substansi proses penyusunan, sekaligus memberikan masukan guna perbaikan terhadap konsep pembangunan,” ungkap Raifq dalam sambutannya.

Disebutkan Rafiq, ada sembilan isu strategis, visi, dan misi serta rencana implementasi yang perlu disampaikan di Musrenbang RPJMD 2016-2021. Pertama, menyangkut pertumbuhan ekonomi.

Selama delapan tahun 2006-2014, laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Karimun selalu berada di bawah Provinsi Kepri. Padahal kurun waktu 2011-2013, laju pertumbuhan ekonomi Karimun berada di atas Provinsi Kepri.

“Ini menjadi tantangan bagi kepemimpinan daerah untuk mempertahankan tren positif pertumbuhan ekonomi di Bumi Berazam. Sehingga kembali berada di atas Provinsi Kepri, dan nasional,” tegas Bupati.

Kedua, sektor industri, khususnya pengolahan yang masih perlu ditingkatkan. Mengingat Kabupaten Karimun termasuk salah satu kawasan yang mendapat keistimewaan sebagai kawasan perdagangan bebas, dan pelabuhan bebas (KPBPB). Ketiga, perlunya peningkatan infrastruktur yang menunjang berkembangnya industri. Keempat, meningkatkan jumlah industri manufaktur.

“Industri manufkatur merupakan peluang yang harus dioptimalkan untuk menguatkan usaha mikro, kecil, dan menengah. Nah, keistimewaan sebagai KPBPB harus benar-benar dimanfaatkan seluas-luasnya oleh pelaku usaha,” ingat Rafiq.

Kelima, meningkatkan kualitas tenaga kerja. Keenam, menjadikan sub sektor perikanan, dan perkebunan menjadi penopang kegiatan produksi rakyat. Ketujuh, mempertahankan nilai-nilai budaya Melayu sebagai sumber nilai, karakter, dan berciri kehidupan masyarakat.

Kedelapan menjaga kelestarian lingkungan hidup agar tetap menjadi asri. Dan kesembilan, mempertahankan penyelenggaraan tata kelola pemerintahan, dan reformasi birokrasi yang sudah berjalan baik.

“Sembila isu strategi yang disampaikan tadi, kita sesuaikan dengan visi dan misi saat diamanahkan untuk memimpin Kabupaten Karimun. Yakni, terwujudnya, Kabupaten Karimun sebagai pusat pertumbuhan ekonomi berbasis maritim yang terdepan berlandaskan iman dan taqwa,” tegas Rafiq.

Sementara Kepala Bappeda Karimun Djunaidi menegaskan, dari pelaksanaan Musrenbang RPJMD diharapkan tersusunnya dokumen perencanaan pembangunan lima tahun ke depan. Yang tentunya berdasarkan hasil kesepahaman dan komitmen pemerintah daerah, pemangku kepentingan (stakeholder), pelaku usaha swasta, dan masyarakat.

“Untuk mendapatkan kesepahaman tadi, kita bagi peserta musrenbang dalam tiga kelompok. Kelompok pertama membidangi, sosial, budaya, dan keserta serta pelayanan publik. Kelompok kedua, fokus pada bidang maritim, dan infrastruktur. Sedangkan kelompok ketiga, fokus di bidang perekonomian. Pastinya, penyusunan RPJMD sejalan dengan RPJMD provinsi dan nasional,” papar Djunaidi. (enl/bpos)

Respon Anda?

komentar