Sebelum Ditembak Mati, Freddy Budiman Bertemu Anaknya 2 Jam, Minta Dimakamkan di Surabaya

4077
Pesona Indonesia
Freddy Budiman  saat sidang PK. Busana yang sama ia kenakan saat dieksekusi mati pada Jumat (29/7/2016) pukul 00.45 dini hari WIB. Foto: Radar Banyumas/JPG
Freddy Budiman saat sidang PK. Busana yang sama ia kenakan saat dieksekusi mati pada Jumat (29/7/2016) pukul 00.45 dini hari WIB. Foto: Radar Banyumas/JPG

batampos.co.id – Freddy Budiman sudah dieksekusi, Jumat (29/7/2016) pukul 00.45 di Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Detik-detik sebelum dieksekusi, gembong narkoba yang sempat mengajukan Peninjauan Kembali (PK) atas vonis yang dijatuhkan kepadanya, terlihat jauh lebih tenang. Ia terlihat siap menjemput ajalnya di depan regu tembak.

Freddy sempat meninggalkan pesan terakhir agar dirinya dimakamkan di tanah lahirnya di Surabaya itu. Ia juga sempat berfoto bersama anak lelakinya.

Foto itu dijepret di ruang isolasi Lapas Batu Nusakambangan, Kamis (28/7/2016) malam. Freddy mengenakan gamis putih dipadu peci hitam seperti saat dia mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Cilacap untuk mengikuti sidang PK beberapa bulan silam.

Selama di penjara, Freddy memang banyak belajar tentang Islam, sehingga memutuskan memeluk Islam.

Foto itu diambil oleh Kepala Badan Narkotika nasional Kabupaten (BNNK) Cilacap, Edi Santosa  lewat smartphone miliknya.

Edi menyatakan, kondisi psikologis Freddy sebelum ditembak mati stabil. Penilaian itu dia simpulkan saat pertemuan Freddy dan anaknya sekitar dua jam. Menurut dia, saat pertemuan itu tak ada suasana haru atau tangis yang pecah.

Menurut Edi, Freddy sempat berpesan pada anak dan keluarganya untuk ikhlas dan jangan mengikuti jejak ayahnya.

“Kondisi Freddy terlihat tabah dari hari sebelumnya,” kata Edi pada Radar Banyumas (grup batampos.co.id) di Dermaga Wijayapura, Kamis (28/7/2016). (ziz/ali/din/jpnn)

Respon Anda?

komentar