Humprey Minta Jasadnya Dikubur di Nigeria, Zulfikar Batal Dieksekusi karena Sakit

468
Pesona Indonesia
Jasad terpidana mati dibawa keluar Nusakambangan. Foto: pojoksatu
Jasad terpidana mati dibawa keluar Nusakambangan. Foto: pojoksatu

batampos.co.id – Empat terpidana mati yang telah dieksekusi, Jumat (29/7/2016) pukul 00.45 WIB di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Timur, rata-rata sebelum dieksekusi meminta jasad mereka dimakamkan di tanah kelahiran mereka.

Freddy Budiman minta dimakamkan di tanah kelahirannya di Surabaya, sementara permintaan terakhir terpidana mati lainnya, Humprey, asal Nigeria, yang sudah dieksekusi  juga sama. Minta jasadnya dimakamkan di tanah kelahirannya, Nigeria.

Namun, permintaan Humprey sulit dipenuhi. Kuasa hukum Humprey, Raynov Tumorang, mengungkapkan kliennya itu akan dikremasi karena keterbatasan biaya untuk dipulangkan ke kampung halamannya.

“Notifikasi dari Kejari Jakarta Pusat sudah kami terima sejak selasa (26/7/2016). Dia sendiri tak memiliki keluarga di sini,” ungkapnya.

Sedang kuasa hukum Zulfiqar Ali, yakni Saut Edward Rajagukguk, tak mengungkap keinginan terakhir dari kliennya. Zulfiqar sendiri batal diekseksusi dini hari tadi.

Dia hanya menjelaskan, istri dan ibunya sudah membesuk terpidana mati asal Pakistan itu Selasa (26/7/2016) bersama rombongan keluarga terpidana mati yang lain.

Edward juga menjelaskan, untuk nasib kliennya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilacap telah memanggil Kedubes Pakistan terkait notifikasi bagi Zulfiqar. “Notifikasinya Selasa (26/7) kemarin,” ujarnya.

Teman Zulfiqar Ali yakni Ali warga negara Pakistan yang sempat menjenguk Kamis (28/7/2016) kemarin  menceritakan kondisi sahabatnya.

Dia mengatakan, Zulfiqar dan dirinya sempat melakukan doa bersama. Hanya saja, Zulfiqar masih sakit dan masih dalam pemeriksaan dokter. (ziz/ali/din/sam/jpnn)

Respon Anda?

komentar