Jadi Pusat Perkantoran Perusahaan Besar Dunia, Singapura Jadi Hub Pasar MICE Indonesia

1151
Pesona Indonesia
Perkantoran berbagai perusahaan asing dari berbagai negara di salah satu sudut Kota Singapura. Foto: muhammad nur/batampos.co.id
Perkantoran berbagai perusahaan asing dari berbagai negara di salah satu sudut Kota Singapura. Foto: muhammad nur/batampos.co.id

batampos.co.id – Singapura bukan hanya sebagai hub transportasi udara internasional dan pintu gerbang pariwisata. Lebih dari itu, Singapura juga menjadi hub pasar MICE (Meetings, Incentives, Conferences, Exhibitions) yang sangat potensial. Ada puluhan ribu perusahaan asing, baik dari Eropa, Amerika, Asia, dan Australia berkantor di sana.

“Kami sudah tetapkan Singapore sebagai hub untuk Pariwisata. Semua penerbangan dunia mampir ke sana,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Ia menyebut, setahun ada 15,5 juta wisman berkunjung ke Singapura. Ada 1,5 ekspatriat yang tinggal di sana.

“Sedangkan jarak Singapore-Batam dan Bintan itu tidak lebih dari satu jam perjalanan kapal ferry. Lalu ditambah dengan Bebas Visa Kunjungan (BVK) yang terus dipromosikan di Singapore,” kata Menpar Arief Yahya.

Selain itu, banyak asosiasi, organisasi, korporasi besar yang memilih Singapore sebagai kantor. Meskipun manufacture dan produksinya berada di negara lain. Itulah adalah pintu masuk untuk pasar MICE.

”Jadi sudah sangat tepat Kementerian Pariwisata tampil di Singapore SMF dan AMITE. Wisatawan MICE di Singapura itu frekuensinya besar, jumlahnya juga besar, dan berpeluang dikembangkan di Indonesia juga,” tambah Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura,  Ngurah Swajaya ketika ditemui di Kantor Kedutaan Besar RI di Singapura, Rabu (27/7/2016).

Menurut dia, spending untuk MICE itu cukup besar. Dia menilai menggabungkan MICE dengan pariwisata itu bisa langsung menyatu. Biasanya selepas acara atau sebelum acara, ada sesi city tour atau culinary tour, mengunjungi satu tempat paling menarik di kota tempat MICE dilangsungkan.

“Inilah yang bisa menggerakkan ekonomi publik, karena semua roda ekonomi terkait dengan MICE dan tour-nya bisa hidup dan berkembang,” kata Swajaya yang semangat menjadi .

Kemenpar saat ini sedang melakoni dua even sekaligus di Negri Singa itu. Perhelatan tersebut adalah Singapore MICE Forum (SMF) & Asia Meeting & Incentive Travel Exchange (AMITE) 2016 di Sands Expo & Convention Center, Singapura, 27-29 Juli 2016. Dia menambahkan, bukan rahasia lagi bahwa wisatawan mancangera (Wisman) dari Singapura naik signifikan di Tri Wulan terakhir ke Indonesia.

”Singapura itu surganya pelaku MICE, kami sangat mendukung dengan apa yang dilakukan Kemenpar,” ujar pria asal Bali itu.

Lebih lanjut Swajaya mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan industri di Indonesia, untuk memperkuat MICE dan mengkombinasikan dengan wisata-wisata destinasi unggulan yang ada di tanah air.

”Di Singapura ini puluhan ribu company yang berkantor di negara ini, sebagai contohnya saja dengan data, perusahaan yang terdaftar asal Belanda saja jumlahnya lebih dari 1000, perusahaan yang terdaftar asal Jerman lebih dari 1500 perusahaan di Singapura. Apalagi negara-negara lain, ini amat sangat berpotensi,” ujarnya.

Kata Swajaya, perusahaan-perusahaan itu pastinya punya reguler meeting, ada global meetings, ada incentives, ada conferences, dan ada exhibitions dan semuanya akan dikelola oleh perusahaannya mereka sendiri untuk datang ke Indonesia tentunya dengan jumlah besar karena memang mayoritas perusahaan besar.

Hal senada diungkapkan oleh Asisten Deputi (Asdep) Pengembangan Pasar Asia Tenggara Kemenpar, Rizki Handayani. Lulusan ITB Bandung itu menilai bahwa potensi wisatawan MICE asal Singapura sangat besar untuk menambah kedatangan Wisman ke Indonesia.

”Karena wisatawan MICE mereka umumnya datang dibiayai oleh perusahaan, tentu saja mereka membawa uang berlebih ke tanah air kita. Jelas saja, sisanya mereka akan membelanjakan uangnya ke masyarakat kita, bahkan tidak sedikit juga yang datang membawa keluarga, mereka akan ambil paket wisata sambil meetings,” ujar Rizki.

SMF & AMITE 2016 merupakan kegiatan business to business meeting sekaligus MICE Forum yang diselenggarakan setiap tahunnya oleh SACEOS. Kementerian di bawah komando Arief Yahya itu menawarkan benefit bagi mereka yang hendak meeting di Indonesia. Kemenpar menjadi sponsor dan memiliki kesempatan promosi dalam kegiatan tersebut dengan benefit yang banyak didapat oleh Wonderful Indonesia.

Salah satunya mendapatkan Branding Exposure pada seluruh material promosi SMF&AMITE 2016, Appointment set untuk 8 Sellers Indonesia serta Passes untuk 8 delegasi Kemenpar pada forum tersebut.

Kemenpar juga mensponsori pelaksanaan closing reception untuk 100 pax dan famtrip ke Jakarta dan Bali untuk 40 buyers. Kemenpar juga memboyong 8 industri Pariwisata untuk memperkenalkan semua yang tanah air miliki.

Ke-8 industri yang diboyong Kemenpar adalah Indonesia National Convention Bureau -Jakarta, Montigo Resorts Nongsa – Batam, Bintan Lagoon – Bintan, The Laguna Bali & The St. Regis Bali Resort – Bali, Bhara Tours – Jawa Barat, BAM Tours – Bali, Pacific World – Bali, dan Panorama Destination – Jakarta.

Promosi Indonesia itu diarahkan untuk fasilitasi penguatan B to B. Misalnya, di booth pameran dibantu, lalu welcome dinner atau berbagai aktivitas promosi. Selain itu juga ada pertemuan sellers Indonesia dengan buyers berkualitas untuk menarik banyak wisatawan ke Indonesia.

Dalam acara nanti akan ada berbagai aktifitas diantaranya adalah Business Meeting, Pelayanan Informasi Pariwisata, Singapore MICE Forum, penampilan seni pada jamuan makan malam untuk buyers & closing reception, serta Business Appointment Sellers dan Buyers.

“Tanah air kita sangat kaya, dan tanah air kita punya banyak pilihan,” ujarnya. (inf)

Respon Anda?

komentar