Jenazah Lia Dimakamkan Dekat Makam Sang Ayah

1680
Pesona Indonesia

Mauri Ibu Lia digiring kerabatnya usai pemakaman Lia-f-Eusebius Sarabatampos.co.id – Jenazah Lia Arzalina, 22 korban pembunuhan yang jasadnya ditemukan tinggal tengkorak di hutan Bumi Perkemahan, Nongsa, Rabu (27/7) lalu akhirnya dimakamkan di pemakaman umum Seitamiang, Kamis (28/7) siang. Lia dimakamkan di blok B2, samping makam ayahnya Zamzali bin Kaelani yang tewas ditabrak trailer, Senin (4/7) lalu.

baca juga : Ayah Meninggal Saat Cari Lia, Ternyata Lia Juga Ditemukan Tewas, Diduga Dibunuh

Prosesi pemakaman Lia berlangsung hikmah sekitar pukul 11.00 WIB. Puluhan pelayat baik dari keluarga dan kerabat Lia yang ikut ambil bagian dalam prosesi pemakamanya itu terlarut dalam suasan duka.

Kesedihan yang paling mendalam terpacar dari wajah Mauri, 47 dan Ziana Ristania, ibu dan adik Nia. Dua wanita berkerudung itu tampak pucat dan lemas saat turun dari mobil yang mengantar mereka ke lokasi pemakaman Lia. Ditopang oleh beberapa anggota keluarga lainnya, Mauri dan Ziana berusaha mendekati peti jenazah Lia yang sudah diletakan di bibir makam.

Air mata terus membasahi pipi kedua Mauri dan Ziana. Keduanya duduk sempat duduk bersimbuh di samping peti jenazah Lia. Meskipun tak ada suara yang keluar, dua wanita itu tampak termenung menatap peti jenazah yang ada di depannya seolah-olah sedang melakukan percakapan dari hati ke hati.

Kerabat dan keluarga yang hadir tak kuasa menahan tangis melihat Mauri dan Ziana yang terus mengelus peti jenazah Lia. “Sudah bu, ini cobaan yang harus kita hadapi. Ikhlaskan biar dia istrahat dengan tenang,” hibur salah satu wanita yang berada dekat Mauri.

Usai menjalani doa pemakaman yang dibawakan oleh salah satu ustad, jenazah Lia pun dimakamkan. Mauri dan Ziana tak lagi menangis saat peti jenazah diturunkan ke liang lahat. Keduanya tampak tegar meskipun dibaluti duka yang mendalam.

Pihak keluarga tak banyak memberikan komentar terkait kematian Lia dan ayahnya itu. Mereka sepenuhnya percaya kepada polisi untuk mengusut tuntas pelaku pembunuhan Lia. “Anak kami ini dibunuh, ya polisi harus secepatnya menangkap pelaku,” ujar Djoko, salah satu anggota keluarga Mauri di lokasi pemakaman, kemarin.

Keluarga kata, Djoko tak mampu berbuat banyak atas musibah yang menimpah keluarga Mauri itu. Mereka hanya bisa berharap sepenuhnya kepada pihak kepolisian agar secepatnya mengungkap siapa pelaku pembunuhan Lia itu. “Kasusnya sudah ditangan polisi dan itu satu-satunya harapan kami agar pelakunya segera ditemukan,” tuturnya.

Rekan-rekan kampus Lia dari kampus Ibnu Sina, Batam yang turut hadir dalam proses pemakaman itu mengaku sangat kehilangan dengan sosok Lia yang pendiam dan baik hati itu. Mereka tak menyangka bahwa Lia harus meninggal dengan cara tragis seperti itu. “Saya teman satu ruangan dengan dia. Dari semester awal sampai mau semester lima ini, tak ada masalah atau apapun dengan orang lain dia selama ini. Kenapa ada orang yang tega membunuhnya seperti ini,” ujar Tanti, rekan sekampus Lia.

Lia dimata kawan-kawannya dikenal gadis yang pendiam. Dalam pergaulan sehari-hari Lia dikenal sosok yang baik dan penurut. Sehingga diyakini kawan-kawannya Lia tak punya musuh selama belajar di kampus Ibnu Sina. “Terakhir saya jumpa dengan dia setelah ujian semester. Setelah itu kan libur jadi kami tak jumpa lagi sampai ditemukan meninggal seperti ini,” ujar Tanti lagi.

Untuk hubungan asmara kata Tanti, Lia pernah bercerita kalau dia memang menjalani hubungan asmara dengan seorang pria yang berasal dari tempat tinggal Lia di kaveling Sagulung Baru (Saguba), blok B nomor 9, Seibinti, Sagulung, namun hubungan keduanya sudah putus sejak bulan Agustus 2015 lalu. Siapa pria yang pernah dekat dengan Lia itu, Tanti dan teman-temanya mengaku tak mengenal baik. “Mereka sudah lama putus. Tapi tak tahu jugalah gimana kelanjutan mereka. Karena Lia orangnya tertutup dan pendiam juga,” kata Tanti.(eja)

Respon Anda?

komentar