Masyarakat Kepri Harus Tanggap Bencana Perairan

594
Pesona Indonesia
 Latihan Kesehatan Terpadu di Gedung Serbaguna Rumah Sakit AL Tanjungpinang, Kamis (28/7) kemarin. foto:faradila/batampos
Latihan Kesehatan Terpadu di Gedung Serbaguna Rumah Sakit AL Tanjungpinang, Kamis (28/7) kemarin. foto:faradila/batampos

batampos.co.id – Jajaran Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) menggelar latihan kesehatan terpadu wilayah barat. Kegiatan latihan ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan di wilayah Kepulauan Riau. Wakil Direktur Latihan, Kol Laut (K) dr Ahmad Samsulhadi menjelaskan, kegiatan ini diselenggarakan dengan maksud agar seluruh komponen kesehatan yang ada di wilayah perairan Kepri bisa lebih tanggap ketika suatu hari nanti terjadi bencana atau pun peristiwa yang tidak diinginkan.

“Mengapa Kepri, karena kami merasa provinsi ini punya arti penting buat bangsa ini. Terlebih sebagian besar wilayahnya berupa laut,” kata Samsulhadi, pada pembukaan Latihan Kesehatan Terpadu di Gedung Serbaguna Rumah Sakit AL Tanjungpinang, Kamis (28/7) kemarin.

Karena itu, Samsulhadi menjelaskan, seluruh komponen tenaga kesehatan yang ada di seantero Kepri dilibatkan pada latihan ini. Wilayah perairan, sambung dia, memiliki aksi tanggap bencana yang berbeda dibanding wilayah daratan. Semisal, bilamana terjadi kecelakaan kapal atau kebakaran kapal di tengah laut. Tentu hal itu penanganannya berbeda.

“Ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan tersebut, minimal kita semua sudah siaga. Sudah tahu apa-apa yang harus dilakukan untuk mengantisipasinya,” kata Samsulhadi.

Samsulhadi melanjutkan, latihan kesehatan ini juga merupakan pengujian kemampuan untuk menjalin komando komunikasi koordinasi dan menyebarkan informasi. Utamanya kemampuan mengendalikan berbagai komponen yg ada. Meliputi TNI AL, kesehatan pelabuhan, rumah sakit daerah dan provinsi, puskesmas, satuan Wing Udara, Bea Cukai, Imigrasi, Basarnas, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

“Menggandeng seluruh komponen itu tanpa kebersamaan yang solid, nyaris mustahil untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Samsulhadi.

Ada banyak jenis latihan kesehatan terpadu yang bakal diajarkan dan dipahami bersama. Puncaknya bakal diselenggarakan di Tanjunguban, Bintan Utara pada 5 Agustus mendatang. Di sini, latihan kesehatan terpadu ini bakal dibuka untuk umum. Tujuannya agar masyarakat awam pun dapat memahami jenis-jenis tanggap darurat di wilayah perairan.

“Seandainya terjadi hal-hal tak diinginkan, semua bergerak terencana terpadu kompak secara fungsi dan tugas masing-masing,” pungkas Samsulhadi. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar