Pak Buwas, Nih Ada Permintaan Maaf dari Fredi Budiman…

1005
Pesona Indonesia
Freddy Budiman (berkaus biru) saat dipindahkan ke Pulau Nusakambangan. Foto: dokumen JPNN
Freddy Budiman (berkaus biru) saat dipindahkan ke Pulau Nusakambangan.
Foto: dokumen JPNN

batampos.co.id – Fredi Budiman akhirnya menjadi satu-satunya warga negara Indonesia yang menjalani eksekusi gelombang ketiga atas terpidana mati kasus narkoba dini hari tadi. Fredi pun sudah mengajukan tiga permintaan terakhir melalui pengacaranya.

Fredi pada Rabu (27/7) telah bertemu pengacaranya, Untung Sunaryo. Dalam pertemuan itu pula Fredi mengajukan tiga permintaan terakhir.

“Yang pertama, almarhum semasa hidupnya menyatakan permintaan maaf kepada masyarakat, wartawan dan para aparat penegak hukum. Secara lebih khusus, permintaan maaf juga dia minta disampaikan kepada Kepala BNN, Budi Waseso,” kata Untung kepada wartawan di Jakarta, Jumat (29/7).

Yang kedua, Fredi sengaja mengajukan grasi dengan harapan punya kesempatan hidup lebih lama. Jika grasi itu dikabulkan, Fredi akan membayar kesalahannya dengan menjadi ustaz.

“Dia punya tujuan yang luar biasa mengagetkan dengan grasi itu. Kalau grasi dikabulkan, dia punya cita-cita jadi ustaz dari terali besi,” ungkap Untung.

Tapi melihat situasi yang berkembang, kata Untung, kliennya hanya bisa pasrah. Jika Tuhan berkehendak lain, maka Fredi pun tak kuasa menolaknya.

Sedangkan permintaan ketiga adalah agar Fredi dimakamkan di Surabaya.  “Alasannya menurut Fredi, karena dia lahir di sana merasa Arek Surabaya kan,” tuturnya.

Untung yang olef Fredi sering dipanggil dengan sapaan ayah itu menegaskan, kliennya sebenarnya sudah dalam posisi benar-benar bertobat. “Sejak ketemu saya enam bulan lalu, posisinya sudah dalam mendapatkan hidayah dari Allah,” pungkasnya.(fas/jpnn)

Respon Anda?

komentar