Perang Antar Suku Meletus di Mimika, Ratusan Warga Mengungsi ke Jayapura

366
Pesona Indonesia
Salah satu kubu suku yang bertikai di Mimika. (Foto: Radar Timika)
Salah satu kubu suku yang bertikai di Mimika. (Foto: Radar Timika)

batampos.co.id – Perang antar suku yang terjadi di Kwamki Narama, Mimika, Papua membuat warganya dikepung rasa tak aman. Ratusan warga pun memutuskan untuk mengungsi hingga ke Jayapura.

Sejak meletusnya konflik antar suku, tercatat sebanyak 346 jiwa dari 114 kepala keluarga di Kampung Yile Yale, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika terpaksa mengungsi.

Mereka memilih mengungsi dengan menggunakan pesawat dengan tujuan ke Sentani Kabupaten Jayapura. Untuk sementara mereka tinggal di tenda-tenda pengungsian yang mereka bangun di Polomo Sentani Kota.

“Kami mengungsi ke Jayapura sejak hari Senin, karena di Mimika kami tidak mendapat perhatian dari pemerintah dan juga tidak aman, sehingga kami ke sini. Kami berharap bisa mendapatkan perhatian dari pemerintah Provinsi Papua dan DPRP Papua, karena rumah kami sudah dibakar dan harta benda pun dijarah oleh suku yang menyerang kami,” ungkap Koordinator pengungsi, Jhon Wonda, saat ditemui Cenderawasih Pos, di kamp pengungsian di Polomo Sentani, Kamis (28/7).

John mengatakan, 346 warga dari Mimika ini mengungsi atas inisiatif dan biaya sendiri.

“Kami utamakan anak-anak, ibu-ibu dan juga orang tua supaya mereka aman, sementara pemuda dan bapak-bapak masih berada di tempat pengungsian di SP III (Mimika). Untuk makan kami dapatkan dari keluarga yang ada di Sentani, kami tidur di tenda yang dibuat dari rumput, tapi tidak apa yang penting kami aman,” pungkasnya. (bet/tri/adk/jpnn)

Respon Anda?

komentar