Percepat Pembangunan Landasan Bandara, 160 Makam Tionghoa Dipindahkan

21984
Pesona Indonesia
Proses pemindahan pemakaman Tionghoa di Lingga. foto:wijaya satria/batampos
Proses pemindahan pemakaman Tionghoa di Lingga. foto:wijaya satria/batampos

batampos.co.id – Menggesa percepatan perpanjangan landasan Bandara Dabo Singkep yang tersandung masalah lahan pekuburan warga Tiong Hoa, pengurus PSMTI Kabupaten Lingga telah menyelesaikan 60 persen pemindahan makam tua di lahan tersebut. Dari 279 makam yang ada, sebanyak 160 makam telah dipindahkan.

“Dalam pekan ini kami sudah merampungkan pemindahan 170 makam. Selanjutnya menunggu pencairan dana tahap kedua,” kata Ketua PSMTI Kabupaten Lingga, Tonny Karyadi ketika ditemui di Dabo Singkep, Kamis (28/7) siang.

Pemkab Lingga telah mengalokasikan dana sebesar Rp 2,3 miliar sebagai biaya pemindahan makam dari lahan yang akan dijadikan perpanjangan landasan bandara, ke kawasan makam umum warga Tiong Hoa di Bukit Asam. Pada pencairan tahap awal, Pemkab Lingga mengucurkan dana Rp 1,3 miliar lebih.

Lebih lanjut, Tonny mengungkapkan, untuk tiap makam yang telah dipindahkan, ahli waris mendapat dana sebesar Rp 8 juta untuk biaya pemindahan dan pembangunan makam di lokasi yang baru. Namun pemindahan makam lainnya masih menunggu pencairan tahap kedua.

Persyaratan pencairan dana pemindahan makam pada tahap dua ini tentunya setelah berkas pemindahan tahap awal lengkap dan menyerahkannya kepada Pemkab Lingga.

“Jika dana tahap kedua telah cair kami targetkan selesai pemindahan makam pada akhir Oktober,” ujar Tonny.

Sementara itu di tempat yang sama, Sekretaris PSMTI Kabupaten Lingga Dennis Tay menambahkan, pemindahan makam pada tahap awal ini berjalan lamban karena terkendala pada proses dan persetujuan ahli waris makam. Namun Dennis merasa bersyukur karena dapat berjalan lancar.

Dennis juga meminta kepada ahli waris yang memiliki makam dikawasan tersebut namun belum melapork kepada PSMTI, agar secepatnya melapor untuk melakukan proses pemindahan makam tersebut. Dia memastikan, PSMTI akan tetap melakukan pemindahan jika tidak ada ahli waris yang melapor.

“Karena umur makam rata-rata di atas 42 tahun, mungkin ahli waris juga sudah merantau jauh. Jadi kami ambil alih untuk memindahkan makam tersebut,” ujar Dennis.

Untuk itu, Dennis memperkirakan pemindahan makam pada tahap kedua ini akan berjalan lebih cepat jika proses pemindahan ditangani PSMTI secara langsung. Pria berambut lurus ini mengaku, PSMTI mengambil tindakan ini bertujuan agar percepatan pembangunan landasan bandara Dabo Singkep lebih cepat terlaksana.

“Nanti manfaat perpanjangan landasan ini juga akan dirasakan masyarakat Lingga,” ujar Dennis. (wsa/bpos)

Respon Anda?

komentar