Permintaan Sapi Kurban Turun, Pedagang Mengeluh

442
Pesona Indonesia
foto: cecep mulyana / batampos
foto: cecep mulyana / batampos

batampos.co.id – Hari Raya Idul Adha masih 1,5 bulan lagi. Namun, sejumlah pedagang sapi sudah mulai mendirikan lapak di pinggir Jalan Hang Tuah, Kamis (28/7). Abdul Muis salah satunya. Pemilik Pondok Blitar Jaya itu sudah berjualan sejak dua minggu lalu, Selasa (12/7).

“Ini untuk perawatan sapi. Kalau sapi-sapi dipindahkan tiga minggu sebelum hari H, sapinya masih kurus-kurus,” kata Abdul Muis.

Di ‘kandang’ itu, kini tinggal 30 ekor sapi. Jumlah itu masih akan bertambah 50 ekor lagi dalam waktu dekat. Abdul juga akan menambahkan kambing.

Ketiga puluh ekor sapi itu mendapatkan perawatan berupa pemberian makan. Pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh Badan Karantina Hewan sebelum sapi itu masuk pelabuhan. Abdul memastikan sapi-sapi yang dijualnya dalam keadaan sehat.

Sapi-sapi itu dikirim dari Lampung. Ada tiga jenis sapi di sana. Yakni, sapi jenis peranakan ongole (PO), limosin, dan bali. Mereka akan dijual dengan harga berkisar antara Rp 16 juta – Rp 26 juta.

“Harga ditentukan dari berat dan besar sapi,” tuturnya.

Abdul mengatakan, masyarakat akan mulai ramai memburu sapi ini di H-18, atau tiga minggu sebelum hari H. Namun demikian, saat ini pun, sudah ada beberapa orang yang memesan sapi. Jumlahnya 2-3 ekor per orang.

Permintaan sapi, menurut Abdul, menurun dari tahun ke tahun. Di tahun 2014, ia berhasil menjual hingga 100 ekor. Namun, jumlahnya turun menjadi 80 ekor di tahun 2015. Tahun ini, ia memperkirakan, jumlah sapi yang terjual juga akan berkurang dari tahun lalu.

“Pedagang sapi ini susahlah. Harganya naik terus tapi permintaan turun,” kata Abdul Muis lagi.

Abdul berharap penjualan kali ini, setidaknya, sama dengan tahun lalu. Namun, ia tidak banyak berharap pada pembeli lokal. Ia berharap pada pembeli dari Singapura.

“Orang-orang Singapura banyak yang berkurban di sini. Pelayanan mereka ke orang Indonesia sepertinya lebih baik dari orang Indonesia sendiri,” ujarnya. (ceu)

Respon Anda?

komentar