Di Tanjungpinang Penjualan Buku LKS Tidak Dilarang

768
Pesona Indonesia
LKS yang biasa diperjual belikan di sekolah. Foto: zaenalkhayat.wordpress.com
LKS yang biasa diperjual belikan di sekolah. Foto: zaenalkhayat.wordpress.com

batampos.co.id – Tidak seperti daerah lain yang melarang sekolah menjual Lembar Kerja Siswa (LKS), Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang justru tidak melarang hal tersebut. Menjual buku penunjang diperbolehkan, dengan catatan, murid tidak diwajibkan untuk membeli buku tersebut.

“Jika ingin meningkatkan mutu pendidikan, salah satunya tentu dengan banyak membaca buku. Tapi, tentu tidak boleh membebani orang tua murid yang tidak mampu untuk membeli buku penunjang,” ujar Kepala Disdik Kota Tanjungpinang, Huzaifa Dadang Abdul Gani, Kamis (28/7).

Dadang melanjutkan, untuk murid yang memiliki orang tua mampu, tentu saja diperbolehkan membeli LKS ataupun buku penunjang lainnya. Tapi, sekolah tidak boleh memukul rata mewajibkan semua murid untuk membeli.

Jika memang LKS ataupun buku penunjang lainnya perlu dimiliki setiap murid, maka sekolah harus mencari solusi untuk itu dengan tidak menyusahkan orang tua murid. “Jika tak mampu jangan dipaksa, sekolah bisa memberi solusi dengan adanya subsidi,” ujarnya.

Dadang melanjutkan, Disdik akan terus melakukan pengawasan terhadap penjualan buku penunjang. Selama ini, kata dia, pihaknya belum menerima keluhan dari masyarakat.

Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang, Maskur Tilawahyu mengatakan, penjualan LKS di sekolah tidak dipermasalahkan. Akan menjadi masalah jika buku tersebut diwajibkan dibeli oleh seluruh murid. “Selagi dalam bentuk sukarela tidak masalah,” ujarnya.

Intinya, kata Maskur, sekolah tidak boleh menjual buku jika niatnya adalah jualan buku di sekolah. (Lra/bpos)

Respon Anda?

komentar