Tempat Sakral Diserbu Pemburu Pokemon, Warga Hiroshima dan Nagasaki Marah

351
Pesona Indonesia
Hiroshima Peace Memorial Park. (Foto: AFP)
Hiroshima Peace Memorial Park. (Foto: AFP)

batampos.co.id – Demam permainan Pokemon Go membuat warga Hiroshima, Jepang, meradang. Pasalnya, tempat yang dianggap sakral yakni Hiroshima Peace Memorial Park, dijadikan lokasi battle oleh segerombolan remaja.

Menjelang peringatan jatuhnya bom atom di Hiroshima yang tinggal sepekan lagi, suasana sakral di tempat tersebut seakan tergerus. Karena itulah, penduduk Hiroshima akhirnya berang. Terlebih, dome yang tersisa dari serangan bom atom pada 6 Agustus 1945 dijadikan sebagai Pokegym.

Penduduk akhirnya meminta pengembang game Pokemon Go, yaitu Niantic Inc, untuk memindahkan Pokestops, Pokegym, dan situs virtual lainnya dari Hiroshima Peace Memorial Park.

“Ada sekitar 30 Pokestop dan 3 Pokegym di taman itu sehingga para pemain bisa battle dengan pemain lain,’’ ujar laporan dari stasiun televisi NHK.

Penduduk memberikan tenggat waktu hingga 6 Agustus untuk mensterilkan Hiroshima Peace Memorial Park dari Pokemon dan situs-situs virtualnya. Dengan begitu, peringatan tragedi meninggalnya 140 ribu warga Hiroshima karena serangan bom atom bisa berlangsung sakral tanpa ada orang-orang yang berlarian sambil memandangi telepon genggamnya untuk mencari Pokemon.

Permintaan serupa dilayangkan warga Nagasaki. Kota itu kehilangan 74 ribu orang sehari setelah dijatuhkannya bom serupa di Hiroshima. Taman dan museum di Nagasaki kini juga dipenuhi para pencari Pokemon. Penduduk meminta agar Pikachu dan kawan-kawannya pergi dari situs sakral tersebut.

Sebelumnya, operator di pembangkit tenaga nuklir di Fukushima juga meminta Niantic memastikan tidak ada monster Pokemon di dalam fasilitas mereka. Sebab, area di Fukushima masih mengandung radioaktif yang cukup tinggi dan berbahaya bagi manusia.

Sementara itu, pihak Niantic enggan mengomentari hal tersebut. (jpnn)

Respon Anda?

komentar