Ayah Bunda, Stop Pukul Anak Saat Lakukan Kesalahan

1436
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Apakah Anda termasuk tipe orang tua yang ringan tangan dan suka memberikan hukuman fisik terhadap anak? Jika ya, maka segeralah hentikan kebiasaan itu.

Tahukah Anda? Ada bukti sosiologis bahwa memukul anak berbahaya bagi kesejahteraan fisik dan emosional mereka.

Dilansir laman India Times, Selasa (26/7), berikut adalah dampak buruk memukul anak:

1. Mengajarkan nilai-nilai sosial yang salah.

Memukul menunjukkan kurangnya rasa hormat. Ketika Anda memukul anak, maka Anda tidak memperlakukan mereka seperti manusia, tetapi lebih seperti sebuah objek.

Hal ini bisa memiliki banyak efek negatif dan anak-anak mungkin menyamakan hukuman dengan rasa sakit. Mereka akan menganggap bahwa menggunakan tindakan fisik bahkan dalam hubungan cinta dibenarkan.

2. Memberikan kesan bahwa ‘lebih kuat’ adalah benar.

Untuk membuat anak Anda memahami sesuatu, hukuman fisik ini tentunya bukanlah solusinya. Karena ketika Anda memukul anak jika mereka salah, maka pesan tidak sengaja yang Anda berikan adalah, menjadi lebih besar dan kuat selalu benar atau memutuskan apa yang benar.

3. Mengajarkan mereka bahwa orang tua memiliki hak untuk memukul orang-orang yang lebih muda.

Jadi, ketika Anda memukul anak, maka hal ini akan memberikan mereka pesan bahwa orang yang lebih besar dan kuat bisa menekan mereka yang lebih kecil dan lebih lemah. Terutama jika Anda melakukannya untuk mendisiplinkan anak. Bayangkan dampaknya saat anak tumbuh menjadi lebih besar.

4. Agresi tidak bisa menyelesaikan semua masalah.

Memukul juga menunjukkan pada anak-anak bahwa kekerasan adalah cara yang tepat untuk memecahkan masalah dalam hidup. Memukul anak Anda juga merupakan bentuk bullying.

5. Efek kepercayaan.

Jika Anda ingin anak Anda tumbuh menjadi orang yang percaya diri dalam hidup, maka memukul mungkin bukan ide bagus. Karena ketika mereka berpikir orang-orang yang mereka kira melindungi mereka memukul, maka hal itu menyebabkan anak untuk mempertanyakan identitasnya.

6. Meningkatkan risiko mengembangkan masalah kesehatan mental.

Sebuah studi baru menemukan, hubungan antara masalah kesehatan mental dewasa terkait dengan memukul anak-anak untuk mendisiplinkan mereka. Jadi pada saat Anda memukul anak, ingatlah masalah psikologis jangka panjang yang bisa disebabkan dari tindak kekerasan Anda terhadap mereka. (fny/chi/jpnn)

Respon Anda?

komentar