Beli Tempat Tidur, Penumpang Keluhkan Pelayanan di Kapal Pelni

695
Pesona Indonesia
 Kakek asal Makasar sedang duduk diatas kasur yang dibayarnya seharga Rp 30 ribu sambil menunggu jemputan dari anaknya di Dek 4, KM Umsini, Pelabuhan Sribayintan, Kijang, Kabupaten Bintan, Rabu (27/8) malam. foto:harry/batampos
Kakek asal Makasar sedang duduk diatas kasur yang dibayarnya seharga Rp 30 ribu sambil menunggu jemputan dari anaknya di Dek 4, KM Umsini, Pelabuhan Sribayintan, Kijang, Kabupaten Bintan, Rabu (27/8) malam. foto:harry/batampos

batampos.co.id – Penumpang Kapal Motor (KM) Umsini, Andi, 58, sangat kecewa dengan pelayanan yang diberikan pihak PT Pelayaran Indonesia (Pelni) selama menikmati pelayaran dari Pelabuhan Soekarno-Hatta, Provinsi Sulawesi Selatan, menuju Pelabuhan Sribayintan, Kijang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri. Pasalnya untuk menikmati pelayaran yang menelan waktu selama empat hari itu ia dikenakan pembiayaan jasa penggunaan tempat tidur atau kasur sebesar Rp 30 ribu.

“Banyak calo di kapal ini. Masak kita sudah beli tiket kapal tapi dikenakan biaya untuk menggunakan kasur. Emangnya penggunaan kasur diluar harga tiket ya,” ujarnya ketika ditemui awak media saat hendak turun dari kapal di Pelabuhan Sribayintan, Kijang, kemarin.

Selain mengenakan biaya tempat tidur, lanjut pria paruh baya itu, makanan yang diberikan PT Pelni kepada penumpang sangat tak layak dikonsumsi. Sebab lauknya (ikan bandeng) yang direbus oleh koki di KM Umsini masih bersisik bahkan mengeluarkan bau amis yang tajam. Begitu juga dengan sayurannya yang diberikan tidak memiliki rasa alias hambar.

“Nasinya kadang lembek kadang keras. Tapi yang buat kita tak selera dengan bau amis ikan yang direbus itu. Terpaksalah kita beli makanan lain di kantin kapal seharga Rp 25 ribu perpaketnya,” katanya.

Sementara Kepala Bidang (Kabid) Operasional Kantor PT Pelni Cabang Tanjungpinang, Ismed membantah adanya jualbeli tempat tidur di seluruh kapal perintis yang dikelola PT Pelni, khususnya KM Umsini. Dengan membeli tiket kapal maka secara otomatis tidak akan dipungut biaya lagi untuk menggunakan fasilitas yang ada. Sebab fasilitas itu memang disediakan secara cuma-cuma bagi penumpang selama menikmati pelayaran.

“Setahu kami itu tidak pernah ada. Jika sudah beli tiket maka penumpang berhak dapatkan kasur,” akunya.

“Kami akan cari tahu terkait laporan itu. Sebab kelas ekonomi tak penuh penumpangnya, tapi kok ada laporan seperti itu,” janjinya.

Hal senada dikatakan Kepala PT Pelni Cabang Tanjungpinang, Rudy Pentury yang mengakui jika aktivitas jual beli tempat tidur tak pernah terjadi di seluruh kapal milik PT Pelni. Sebab setiap pelabuhan yang dijadikan persinggahan, kapal akan diperiksa oleh petugas kepelabuhanan.

“Setiap singgah di pelabuhan akan ada pemeriksaan oleh Syahbandar. Jadi tak mungkin ada praktek jualbeli kasur. Bahkan kita utamakan pelayanan untuk penumpang,” ungkapnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar