DKP Tetapkan Empat Zonasi Konservasi Padang Lamun di Bintan

629
Pesona Indonesia
 Petugas KPPD Bintan sedang mendata perkembangan lamun di Kawasan Konservasi Padang Lamun, Perairan Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, kemarin. foto:harry/batampos
Petugas KPPD Bintan sedang mendata perkembangan lamun di Kawasan Konservasi Padang Lamun, Perairan Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, kemarin. foto:harry/batampos

batampos.co.id – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bintan telah menetapkan empat zonasi konservasi padang lamun di perairan Kabupaten Bintan. Hal ini dilakukan sebagai upaya strategis dalam melestarikan lamun atau rumput laut (seagrass). Sebab keberadaan lamun mulai terancam akibat maraknya aktivitas pencarian ikan dan pembangunan.

“Perairan yang sudah ditetapkan sebagai zonasi konservasi yaitu perairan Teluk Bakau, Tanjung Berakit, Mapur dan Tambelan,” ujar Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KPPD) DKP Bintan, Syarviddint Alustco saat dikonfirmasi, kemarin.

Dijelaskannya, zonasi-zonasi konservasi itu dibentuk untuk mengatur atau menyeimbangkan antara laju pemanfaatan dan laju pelestarian. Dengan cara itu sumber daya alam bawah laut tersebut selalu terjaga karena keberadaannya dilindungi. Sedangkan untuk menetapkan zonasi konservasi itu dilakukan melalui Program Coral Reef Rehabilitation and Management Program-Coral Triangle Initiative (Core map-CTI). Program yang didanai melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) itu untuk memberikan perhatian khusus keberlangsungan kehidupan lamun.

Jadi dengan adanya zonasi-zonasi konservasi, DKP akan berfokus untuk merawat dan menjaga kawasan konservasi padang lamun. Banyak manfaat besar yang bisa dinikmati bila padang lamun terawat dengan baik. Salah satunya mampu melambat gelombang ombak sebelum sampai di tepi pantai. Bahkan dengan kemampuan itu juga bisa meminimalisasi terjadinya abrasi.

“Padang lamun itu banyak ditempati berbagai spesies ikan. Kalau ekosistem tempat tinggalnya rusak, populasi ikan-ikan yang di sana juga akan rusak. Jadi kita akan melindungi padang lamun melalui program Coremap-CTI,” katanya.

Ditambahkannya, lamun itu tumbuh subur di perairan Bintan. Karena memiliki kawasan terbuka pasang surut dan perairan pantai yang dasarnya berupa lumpur, pasir, kerikil. Ia terbentuk di dasar laut yang masih ditembusi cahaya matahari yang cukup untuk pertumbuhannya dan hidupnya di patahan karang mati dengan kedalaman empat meter. Jika di perairan yang sangat jernih, beberapa jenis lamun ditemukan tumbuh dalam kedalaman 8-15 meter. Bahkan hidupnya dalam jumlah yang melimpah dan sering membentuk padang yang lebat dan luas diperairan tropis. Hampir semua substrat dapat ditumbuhi lamun, mulai substrat berlumpur sampai berbatu.

“Jadi bukan bermanfaat di bidang perikanan dan kelautan saja melainkan bisa memberikan manfaat di sektor kepariwisataan. Karena wisatawan lokal maupun mancanegara banyak yang tertarik untuk menyelam dan melihat lebih dekat padang lamun yang ada di Bintan,” ungkapnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar