Hujan Lagi ! Banjir Lagi !!!

357
Pesona Indonesia
Bajir di warung kopi di Jalan Merdeka, Dabo Singkep. foto:wijaya satria/batampos
Bajir di warung kopi di Jalan Merdeka, Dabo Singkep. foto:wijaya satria/batampos

batampos.co.id – Di sejumlah wilayah Dabo Singkep kembali terendam air setelah diguyur hujan beberapa saat. Kondisi ini terus berulang membuat sejumlah masyarakat kewalahan dan mengalami kendala untuk beraktifitas. Ironisnya, pemerintah setempat belum melakukan tindakan penanganan terhadap banjir tersebut.

Salah seorang pedagang warung kopi di Jalan Merdeka, Dabo Singkep, Jang, mengaku kecewa setelah air masuk ke dalam warung kopinya. Kondisi ini semakin parah, karena tidak hanya air yang masuk, sampah juga mengapung di teras kedai kopinya.

“Bagaimana mau berdagang aman kalau gini. Tak bisa pelanggan masuk ke dalam kedai,” kata Jang sembari membersihkan sampah yang dibawa air masuk ke kedainya, Jumat (29/7) siang.

Menurut Jang, dalam bulan ini, sudah dua kali kedai kopinya dimasuki air. Di lokasi, air mengalir di atas jalan, karena parit sudah penuh dan tidak dapat menampung debit air yang semakin tinggi. Alhasil, air meninggi dan meluap sehingga masuk ke teras kedai Jang.

Menurut Sandi, warga lainnya, semestinya ada tindakan yang nyata untuk mengatasi masalah ini. Banjir tidak datang sekali saja. Dia mengaku keadaan ini sering terjadi dan berulang kali, namun belum ada tindakan pemerintah untuk mengatasinya.

Kondisi banjir terlihat semakin tinggi setelah air hujan yang tercurah tidak dapat mengalir lancar. Salah satunya seperti di Jalan Merdeka, gang kecil nomor 4, Dabo Singkep. Di lokasi itu, parit tidak dapat menampung lajut debit air yang terus bertambah. Pasalnya, di kiri dan kanan jalan gang tersebut, parit yang berukuran kecil ditumbuhi semak dan rumput.

Hal serupa juga terjadi di Jalan Merdeka, depan Pegadaian. Walau Gorong-gorong yang ada terlihat besar, namun kondisinya telah menglami pendangkalan setelah beberapa lama gorong-gorong tersebut tidak digali. Lebih parah lagi kondisi banjir di Jalan Perusahaan.

Kasus yang terjadi di Jalan Perusahaan ini, air menggenang tinggi karena hanya mengandalkan satu parit saja. Sedangkan parit yang lainnya semakin mendangkal. Diperparah karena banyak bangunan yang berdiri di atas parit tersebut sehingga menghambat laju arus air yang terus bertambah.

“Bagai mana air mau jalan lancar jika banyak bangunan yang menutup parit. Jika ada sampah otomatis menyumbat parit itu dan sulit untuk dibersihkan,” kata Iyan warga lainnya. (wsa/bpos)

Respon Anda?

komentar