Inovasi Lapas Kelas IIA Tanjungpinang, Sediakan Kamar Bicara Umum

475
Pesona Indonesia
Sejumlah warga binaan menggunakan fasilitas Kamar Bicara Umum (KBU) di Lapas Kelas IIA Tanjungpinang, Jumat (29/7). F.Yusnadi/Batam Pos
Sejumlah warga binaan menggunakan fasilitas Kamar Bicara Umum (KBU) di Lapas Kelas IIA Tanjungpinang, Jumat (29/7). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Fasilitas warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tanjungpinang tidak hanya sebatas menyediakan tempat olahraga, bercocok tanam, kolam ikan, dan tempat membuat kerajinan tangan, juga menyediakan kamar bicara umum (KBU) untuk seluruh warga binaan.

Jeruji besi dan dinding tebal menghiasi suasana Lapas yang begitu tenang, Jumat (29/7). Tampak sejumlah petugas berjaga-jaga dan sebagian warga binaan yang lalu lalang di depan KBU yang berukuran kurang lebih 2 x 4 meter lengkap dengan loker penyimpanan telepon genggam pada salah satu sudut Lapas.

Di dalam KBU beberapa warga binaan sedang asyik mengobrol menggunakan ponsel yang disediakan pihak Lapas untuk melepas rindu dengan keluarga. Tentunya mereka diawasi petugas jaga di ruangan tersebut.

Tampak raut wajah mereka ceria dan tidak tegang saat menggunakan fasilitas tersebut. Mereka sangat senang karena pihak Lapas telah menyediakan ruangan untuk selalu menjaga harmonisasi keluarga yang ditinggalkan.

Mukhlis, salah seorang warga binaan yang terjerat kasus pencurian mengaku, sangat senang dengan adanya fasilitas KBU. Ia mengunakan fasilitas tersebut dua kali dalam sepekan untuk menghubungi ibunya di Batam.

“Saya senang sekali bisa telepon ibu di Batam, kadang sampai dua kali seminggu,” akunya.

Hal senada diungkapkan Rahman, pria paruh baya yang terjerat kasus pencurian. Selain untuk berbincang dengan istri, kadang ia
menggunakan KBU untuk mendengar suara anaknya yang baru berumur lima bulan.

“Mendengar suara anak dan istri saya sangat senang sekali, adanya kamar untuk nelpon sangat membantu sekali melepas rindu,” ungkapnya.

Lain halnya dengan Halim dan Rinto yang tidak mempunyai telepon genggam, mereka mengaku senang bisa disediakan ponsel dan KBU oleh pihak Lapas Kelas IIA Tanjungpinang.

“Kebetulan saya tidak punya hape. Jadi sangat terbantu dengan adanya KBU ini,” ujar Halim.

Kepala Lapas Kelas IIA Tanjungpinang, Djoko Pratito mengatakan pihaknya senang bisa menyediakan fasilitas KBU untuk seluruh
warga binaannya. Tujuannya untuk selalu menjaga keharmonisan keluarga maupun melepas rindu dengan keluarga.

Selain ponsel milik para warga binaan lanjut Djoko, lapas juga menyediana 4 ponsel bagi warga binaan yang tidak memiliki hape
dan gratis.

“Jadi warga binaan boleh punya hape, tapi dikumpulkan dalam loker di ruang KBU. Boleh menggunakan hape nya kapan saja dan
tentunya dalam pengawasan petugas kami,” ungkapnya.

“Tapi bagi yang tidak punya (hape,red) kami juga menyediakan gratis. Tapi boleh juga menggunakan hape milik temannya.
Tujuannya unuk menjaga keharmonisan keluarga, meski berada di dalam penjara,” ujar Djoko yang meresmikan KBU ini Juni lalu.

Menurut Djoko, dengan adanya fasilitas tersebut, tidak ada lagi transaksi narkoba melalui handphone karena ada petugas yang
selalu mengawasi saat warga binaan mengunakan KBU.

“Jadi KBU hanya diperuntukkan untuk berhubungan suami atau istri, termasuk menjaga silaturahim dengan keluarga lainnya,” Jelasnya.

Untuk kelancaran komunikasi warga binaan kata Djoko, pihaknya membangun transmisi dan pemancar di sekitar area Lapas
menggunakan biaya sendiri.

“Kami bangun transmisi ini supaya komunikasi lancar dan tidak terputus-putus,” ungkapnya.

Untuk kedepannya, Djoko berharap akan ada inovasi lainnya yang dirancang Lapas Kelas IIA Tanjungpinang untuk kepentingan bersama, terutama untuk melayani warga binaan dan keluarga mereka.

“Kami selalu berusaha membuat hal-hal positif untuk melayani warga binaan dan keluarganya yang berada di luar,” tutup Djoko.(odi/bpos)

Respon Anda?

komentar