KP Hiu Macan Tutul 02 Tangkap Dua Kapal Asing Pencuri Ikan

587
Pesona Indonesia
Kapal pencuri ikan berbendara Malaysia yang ditangkap Kapal Pengawas Perikanan Hiu Macan Tutul 02. foto:syahid/batampos
Kapal pencuri ikan berbendara Malaysia yang ditangkap Kapal Pengawas Perikanan Hiu Macan Tutul 02. foto:syahid/batampos

batampos.co.id – Kapal Pengawas Perikanan Hiu Macan Tutul 02 kembali menangkap dua kapal asing yang mencuri ikan di wilayah perairan Anambas Kamis (28/7). Kedua kapal itu yakni JHF 6525 T yang diduga kapal dari Malaysia dengan Kapten kapal Thaworn Samrit warga negara Thailand berikut 18 ABK. Satu kapal lainnya yakni KG 92688 TS yang diduga kapal dari Vietnam dengan kapten kapal Nguyen Van Thach warga negara Vietnam bersama 12 ABK. Meskipun KG 92688 TS merupakan kapal Vietnam namun kapal itu berbendera Malaysia.

Dari hasil penangkapan itu KP Hiu Macan Berhasil mengamankan kurang lebih dua ton ikan segar. Sekitar 700 kg dari kapal Vietnam KG 92688 TS dan 1,3 ton dari kapal Malaysia JHF 6525 T. Barang bukti lain berupa jaring cincin, rawai umpan, alat komunikasi, alat navigasi fish Finder Model V-3300P, alat navigasi video sounder, alat monitor dan sebagainya.

Kini kedua kapal berikut ABK dan barang bukti lainnya diserahkan kepada Satuan Kerja Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Antang untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Kapten Kapal Pengawas Hiu Macan Tutul 02 Muhammad Ma’ruf, menjelaskan penangkapan ini harus dilakukan ketika kapal pengawas sedang melakukan patroli rutin. Saat itu kapal dapat mendeteksi adanya kapal asing yang mencuri ikan di sekitar perairan Anambas bagian barat.

Kemudian kapal langsung melakukan pencarian. Setelah ketemu obyek yang dituju, kapal pengawas langsung mengejar kapal asing itu. Meski kapal asing itu sudah berusaha melarikan diri namun tidak bisa.

“Kita mengejar sekita pukul 17.30, tak lama dari itu sekitar pukul 18.05 kapal pertama JHF 6525 T kita tangkap. Sementara itu kapal yang kedua KG 92688 TS kita tangkap pada pukul 18.50,” ungkapnya kepada wartawan.

Dari hasil pemeriksaan sementara, tidak satupun dari mereka memiliki dokumen lengkap. Sementara itu mereka menangkap ikan di wilayah perairan Indonesia jadi harus ditangkap. “Kita sudah cek keduanya tidak memiliki dokumen resmi dari pemerintahan Indonesia,” ungkapnya kepada wartawan Jumat (29/7) siang.

Saat penangkapan kedua kapal itu tidak ada perlawanan yang berarti. Mereka hanya berupaya kabur saja tapi setelah dekat mereka menyerahkan diri. “Mereka tidak melawan, hanya berusaha melarikan diri,” jelasnya.

Kepala Satker Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Antang, Desa Tarempa Timur, Muhammad Erwin, mengatakan setelah diserahterimakan kepada PS-DKP, pihaknya akan melakukan penyidikan kepada kedua tersangka dalam hal ini adalah kedua kapten Kapal yakni Kapten kapal JHF 6525 T. Thaworn Samrit dan kapten Kapal KG 92688 TS Nguyen Van Thach. “Selain kapten kita juga menahan empat ABK lainnya sebagai saksi. Dua saksi untuk satu tersangka,” jelasnya.

Dirinya menjelaskan saat ini di rumah tahanan satker PSDKP sudah ada lebih dari 100 ABK kapal asing karena ABK kapal hasil tangkapan-tangkapan sebelumnya banyak yang belum dideportasi karena masih menunggu proses hukum. “Kalau ditambah dengan yang tangkapan saat ini lebih dari 100 ABK,” jelasnya.

Mengenai penenggelaman kapal hasil tangkapan itu pastinya dilakukan namun tetap menunggu putusan pengadilan. Untuk kapal hasil tangkapan tahun 2016 ini ada 9 kapal. Dua diantaranya sudah ditenggelamkan pada April lalu jadi tinggal tujuh kapal. Tangkapan tahun 2015 ada 7 kapal. “Rencananya bulan Agustus mendatang akan ada penenggelaman 6 kapal hasil tangkapan tahun 2015,” ungkap Erwin. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar