Masjid Penyengat Harus Bebas Dari Bangunan Bertingkat

321
Pesona Indonesia
Bangunan yangg menggangu keindahan Masjid Penyengat. foto:Lara/batampos
Bangunan yangg menggangu keindahan Masjid Penyengat. foto:Lara/batampos

batampos.co.id – Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah melarang masyarakat Pulau Penyengat meninggikan bangunan, utamanya bangunan yang berlokasi tepat di depan Masjid Sultan Riau atau Masjid Penyengat, karena akan merusak estetika Masjid Penyengat yang merupakan daya tarik Pulau Penyengat.

“Penyengat ini merupakan pulau cagar budaya, jadi tidak bisa semena-mena dilakukan pembangunan. Ada aturan yang harus diikuti,” ujar Lis Darmansyah di Pulau Penyengat, Jumat (29/7).

Pernyataan tersebut dilontarkan Lis Darmansyah, setelah melihat satu bangunan yang tengah dalam proses peninggian bangunan. Dengan begitu, otomatis bangunan yang berada di pintu masuk Penyengat tersebut akan menutupi Masjid Penyengat.

Menindaklanjuti hal itu, Lis kemudian mengumpulkan sejumlah tokoh masyarakat Pulau Penyengat, dan berkumpul di pelataran Masjid Penyengat, menggelar diskusi dan meminta pendapat serta membahas solusi terbaik mengenai bangunan tersebut.

Sejumlah tokoh masyarakat yang hadir akhirnya bersepakat, tidak boleh dilakukan penambahan bangunan yang berada di depan Masjid Penyengat.

Lis lantas meminta Sekretaris Lurah Pulau Penyengat, untuk memberi surat teguran kepada pemilik bangunan untuk menghentikan proses pembangunan. Surat teguran akan diberikan bertahap, apabila sampai ketiga kali tetap tidak digubris, maka Pemko Tanjungpinang yang akan melakukan pembongkaran.

“Kita harus tertibkan sejak awal, jika tidak maka yang lainnya pasti akan menyusul mengikuti meninggikan bangunan juga,” ujar Lis.

Saat itu, Lis juga meminta semua Aparatur Sipil Negara (ASN) peduli dengan kondisi di wilayah masing-masing. Sehingga tindakan pencegahan dapat dilakukan sejak dini. “Seharusnya pembangunan ini sudah sejak awal dapat dicegah, tidak menunggu sampai hampir jadi,” ujarnya.

Dia juga mengingatkan masyarakat, bahwa benda cagar budaya memiliki aturan, salah satunya ada radius pembangunan yang harus diperhatikan. (Lra/bpos)

Respon Anda?

komentar