Sibuk Bekerja, Kesadaran Menyusui Masih Rendah

285
Pesona Indonesia
ibu
ilustrasi f.sahabatyatim

batampos.co.id – Kesadaran ibu untuk menyusui di Indonesia masih rendah. Berdasarkan data dari Kemenkes hanya 65 persen bayi yang mendapatkan ASI secara ekslusif. Angka ini lebih tinggi jika dibandingkan pada 2013 lalu yang hanya 38 persen.

Pemerintah melalui Kementrian Kesehatan (Kemenkes) tak hentinya menyuarakan kampanye ayo menyusui kepada ibu yang memiliki bayi di Indonesia.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Chandra Rizal mengatakan di Batam baru 40 persen ibu yang menyusui anaknya secara ekslusif.

“Masih sangat rendah. Padahal ASI sangat penting bagi perkembangan anak,” katanya, Jumat (29/7).

Menurutnya, banyak faktor yang menyebabkan rendahnya pencapaian pemberian ASI di Batam diantaranya, kesibukaan, pekerjaan, selain itu karena faktor hormon juga bisa.

“Rata-rata mereka pekerja aktif,” kata dia.

Untuk mendorong kampanye ini. Pihaknya juga terus menggandeng pihak swasta dalam menyediakan ruangan khusus untuk menyusui seperti di perusahaan, hingga pusat perbelanjaan.

“Ini merupakan salah satu langkah dalam mendukung program ayok menyusui,” terangnya.

Berdasarkan UU No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan, setiap bayi berhak mendapatkan asi ekslusif sejak dilahirkan selama enam bulan.

Melalui hari ASI sedunia yang jatuh pada 01 Agustus 2016 nanti, dia berharap Indonesia bisa meningkatkan pemberian ASI secara ekslusif kepada bayi.

Mengingat banyak manfaat yang dirasakan bayi. Selain baik bagi pertumbuhan fisiknya, ASI juga memberikan dampak positif bagi perkembangan mental, dan otak anak.(cr17)

Respon Anda?

komentar