Soal SP3 Kasus Karhutla, Kapolda Riau: Saya Sudah Menghadap Kapolri

612
Pesona Indonesia
PIhak kepolisian dumai berusaha memadamkan api yang membakar lahan di Bukitkapur Dumai, Riau. Foto: riau Pos/jpg
PIhak kepolisian dumai berusaha memadamkan api yang membakar lahan di Bukitkapur Dumai, Riau. Foto: riau Pos/jpg

batampos.co.id – Mabes Polri mengutus dua perwira tinggi untuk menyelidiki persoalan terkait keluarnya SP3 terhadap para tersangka kasus kebakaran hutan dan lahan ke Polda Riau.

“Ada dua perwira tinggi sama Propam, kemudian Wasidik, kemudian dari Tipiter hadir di sini, untuk mengecek dan meneliti berkas-berkas yang kita sudah terbitkan terkait SP3,” kata Supriyanto seperti dikutip dari Riau Pos (Jawa Pos Group) hari ini (30/7).

Ia mengatakan, tim dari Mabes Polri tersebut telah berada di Riau sejak kemarin dan saat ini masih berada di Polda Riau untuk memeriksa berkas penanganan perkara 15 korporasi yang diduga terlibat pembakaran lahan tahun lalu itu.

Supriyanto tidak merincikan satu satu identitas mereka. Namun dua orang perwira tinggi itu adalah Wakabareskrim dan Karowasidik. Sementara itu,dikatakan Supriyanto, jika hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan disampaikan oleh Mabes Polri.

“Kita tidak berwenang untuk menyampaikan, nanti hasilnya diumumkan di sana,” jelasnya.

Lebih jauh, ia juga mengatakan jika sebelumnya Ia telah lebih dulu menghadap Kapolri guna menjelaskan prahara SP3 15 perusahaan yang menarik perhatian presiden itu.

“Saya sudah menghadap ke Kapolri. Itu adalah kewajiban sebagai bawahan untuk melaporkan situasi di wilayah kita,” sambungnya.

Seperti diketahui, sebelumnya Polda Riau mengeluarkan SP3 terhadap 15 perusahaan yang sebelumnya disangkakan melakukan pembakaran lahan pada tahun 2015. Mereka adalah PT Bina Duta Laksana, PT Perawang Sukses Perkasa Indonesia, PT Ruas Utama Jaya, PT Suntara Gajah Pati, PT Dexter Perkasa Industri, PT Siak Raya Timber, dan PT Sumatera Riang Lestari.

Lainnya adalah PT Bukit Raya Pelalawan, PT Hutani Sola Lestari, KUD Bina Jaya Langgam, PT Rimba Lazuardi, PT Partawira, PT Alam Sari Lestari, PT PAN United, dan PT Riau Jaya Utama.(jpg)

Respon Anda?

komentar