Tax Amnesty Dorong Perkembangan Investasi Batam

838
Pesona Indonesia
Deputi V BP Batam, Gusmardi Bustami
Deputi V BP Batam, Gusmardi Bustami

batampos.co.id – Kebijakan Tax Amnesti akan mendatangkan keuntungan luar biasa besar bagi perkembangan investasi di Batam. Badan Pengusahaan (BP) Batam memandang kebijakan ini dapat menjadi pendamping strategis dalam untuk kebijakan-kebijakan yang telah dirilis oleh institusi pengelola investasi ini.

“Tax Amnesty sangat menarik. Apalagi dalam kaitannya dalam pengembangan kawasan industri berdaya saing di Batam,” jelas Deputi V BP Batam, Gusmardi Bustami, kemarin (29/7).

Batam sangat potensial. Berbagai macam jenis industri bisa dikembangkan. Dana segar yang banyak menganggur di perbankan akibat pemasukan dari dana Tax Amnesty bisa mendorong industri tumbuh layaknya jamur di musim hujan.

Ada efek berantai yang mendorong keuntungan berlipat di berbagai sektor. Bank Persepsi yang merupakan gerbang masuknya dana amnesti akan kelimpahan banyak dana menganggur dan tentu saja akan mendorong tumbuhnya permintaan kredit bank.

BP Batam masih kata Gusmarti bahkan bisa juga mendorong pembangunan lapangan terbang menuju kelas yang lebih tinggi lagi.”Batam bisa jadi kota aerotropolis,” katanya.

Dengan memanfaatkan momen ini, Batam bisa tumbuh menjadi pusat dari kota berbasis Meeting, Incentive, Convention and Exhibition.

“Studinya tengah dibikin, tapi Batam pasti mengarah kesana,” ungkapnya.

Gusmardi optimis dengan hal ini karena kinerja perkembangan rencana investasi yang masuk sampai Juni mencatat hasil yang bagus. Menurut data izin prinsip yang dikeluarkan Badan Pengusahaan (BP) Batam, perkembangan rencana investasi sampai dengan Juni 2016, terdapat 97 proyek dengan nilai investasi mencapai 361 juta Dollar AS.

Tahun lalu ada 98 proyek dengan nilai investasi 225 juta Dollar AS. Peningkatan rencana investasi ini merupakan kabar gembira bagi dunia investasi dan ketenagakerjaan di Batam.

Dan dari jumlah tersebut, 25 persen didominasi oleh sektor industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronik.

“Berikutnya 33 persen didominasi perdagangan dan reparasi, properti 10 persen, industri transportasi 13 persen, dan jasa lainnya 19 persen,” ungkapnya lagi.

Sedangkan jika dilihat dari negara asal yang menyumbangkan investasi di Batam, 42 persen dari 97 proyek tersebut dipegang oleh Singapura, kemudian Tiongkok sebesar 9 persen, Korea Selatan 8 persen, India 7 persen, dan lainnya 34 persen.

Namun, satu hal yang sangat penting untuk dibenahi oleh BP Batam saat ini adalah masalah lahan, karena akarnya semua berasal dari sana.”Kalau status lahan menjadi jelas, maka semuanya bisa diwujudkan,” pungkasnya.(leo)

Respon Anda?

komentar