Wali Kota Bandarlampung: Kalau Bayar Kartu BPJS, Pasti Bohong!

661
Pesona Indonesia
Seorang warga memerlihatkan kartu BPJS Kesehatan palsu, Jumat (22/7). Warga diminta Rp 100 ribu untuk mendapatkan kartu tersebut.  foto: Hendrik Kaparyadi/Bandung Ekspres
Seorang warga memerlihatkan kartu BPJS Kesehatan palsu, Jumat (22/7). Warga diminta Rp 100 ribu untuk mendapatkan kartu tersebut.
foto: Hendrik Kaparyadi/Bandung Ekspres

batampos.co.id – Indikasi kasus penipuan dalam pembuatan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Kota Tapis Berseri mendapat tanggapan Wali Kota Bandarlampung Herman H.N.

Dia merasa prihatin program yang sejatinya dianggap mulia itu justru dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab.

’’Itu nggak bener. Kalau sampai ada masyarakat yang dirugikan, laporkan ke pihak berwenang! Biar kalau ketangkep nggak ada lagi yang berani melakukan hal sama,” tandas Herman.

Namun, Herman secara lantang menolak bila dikatakan pemkot kurang membantu meysosialisasikan BPJS gratis. Itu juga, menurutnya, bukan bentuk pemkot telah kecolongan dalam hal pengawasan.

’’Masyarakat luas tahu. Di mana pun saya singah, saya selalu mengatakan ke masyarakat bahwa pemkot punya program kesehatan gratis. Jadi tidak ada istilah pemkot kurang sosialisasi atau kecolongan,” tegasnya seperti diberitakan Radar Lampung (Jawa Pos Group) hari ini (30/7).

Sama halnya dengan pihak BPJS Bandarlampung yang lebih dahulu memberikan pernyataan, Herman pun menegaskan, semua hal terkait BPJS adalah gratis. ’’Itu kan program untuk masyarakat yang belum mampu. Jadi ya nggak ada yang namanya bayar-membayar. Semua gratis,” ujar dia.

Karenanya, Herman berharap agar masyarakat pandai dalam menyikapi ulah oknum tak bertangungjawab tersebut. ’’Ada yang nawar-nawarin mau bantu buat kartu BPJS dengan bayar biaya administrasi, langsung saja jawab dengan tegas, tidak berminat. Sebab itu sudah pasti bohong,” ujar dia.

Diberitakan, indikasi penipuan muncul di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Telukbetung Selatan. AN (27), warga setempat, menginformasikan hal tersebut kepada koran ini seketika setelah dirinya kedatangan tamu mencurigakan sekitar pukul 11.00 WIB, Kamis (28/7).

AN menceritakan, siang itu dia bersama anggota keluarga lainnya sedang asyik menonton televisi. Namun tiba-tiba didengarnya seorang lelaki mengucap salam dan lantas diperbolehkan masuk lantaran di awal tidak ada kesan mencurigakan.

Singkat cerita, seorang pria berkacamata dan berkemeja putih itu menanyakan apakah AN sekeluarga sudah memiliki karti BPJS. AN tidak serta-merta menjawab sudah atau belum. ’’Saya lebih dulu bertanya memang kenapa Mas?” cerita AN.

Sejurus dari itu, pria yang belum sempat memperkenalkan nama tersebut bercerita panjang lebar. Inti kalimat yang diingat AN adalah pria itu menawarkan jasa pembuatan kartu BPJS. ’’Katanya sih bantu program pemerintah menyukseskan program kesehatan gratis. Cukup dengan bayar biaya administrasi Rp150 ribu. Setelah itu, dengan bukti kuitansi bisa langsung ditebus di kantor BPJS tanpa mengantre,” terang AN.

Namun, meski AN belum tahu pasti itu penipuan atau bukan, jawaban dari AN membuat si pria tersebut lantas terdiam dan berlangsung pergi begitu saja. ’’Karena memang saya dan keluarga sudah buat kartu BPJS ya saya menolak tawaran itu. Dia pun langsung pergi pamitan. Tapi saya masih bingung itu benar atau tidak,” ujar AN.

Saat dikonfirmasi, staf Unit Hukum dan Publikasi BPJS Bandarlampung, Iangga Wira Pratama, menyatakan, program tersebut tidak sedang dilakukan. Alhasil, juru bicara BPJS Bandarlampung itu pun meminta agar setiap warga mewaspadai hal tersebut. ’’Takutnya seperti kasus penipuan di Jawa Barat,” ujar Iangga.

Saran darinya, setiap warga yang hendak membuat kartu BPJS diminta untuk datang langsung ke kantor BPJS. Jangan mempercayakan oknum-oknum yang mengaku bisa membantu membuatkan kartu BPJS. ’’Selama ini memang belum ada aduan dari warga. Tapi kami menghimbau warga untuk waspada dan langsung datang ke kantor bila ingin membuat kartu BPJS,” ucapnya.

Dia pun lantas menyebutkan empat poin penting untuk mencirikan kartu BPJS palsu atau tidak. Menurutnya, mintalah oknum itu untuk melihatkan contok kartu yang hendak ia bantu cetakkan. Nah, untuk kartu BPJS asli miliki gambar pulau-pulau di Indonesia, sedangkan kartu BPJS yang palsu tersebut polos.

Kemudian, di balik kartu BPJS asli, tertera tiga peraturan pemakaian penggunaan kartu BPJS. Sedangkan kartu BPJS palsu, miliki delapan peraturan penggunaan kartu yang disebut dalam peraturan tersebut, yakni E-id BPJS.

Perbedaan lain yang juga mencolok juga terletak pada hasil print kartu. Menurutnya, print kartu BPJS yang asli terlihat sangat jelas dan rapi. Sedangkan untuk kartu BPJS yang palsu nampak asal-asalan dan terkesan buram.

’’Kalau dilihat pada kode barcode di bagian depan kartu, bila itu asli terlihat lebih jelas dan beraturan, sedangkan kode barcode kartu BPJS palsu terlihat berantakan gitu,” terang Iangga. (jpg)

Respon Anda?

komentar