Bukopin Bantu Program Tax Amnesty, Potensi Masuk Kepri Capai Rp1 Triliun

640
Pesona Indonesia
Karyawan Bank Bukopin siap melayani nasabah. Sumber Foto: republika
Karyawan Bank Bukopin siap melayani nasabah. Sumber Foto: republika

batampos.co.id – Sebagai salah satu bank yang ditunjuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Bukopin menyatakan kesiapannya menampung dana pengampunan pajak (tax amnesty).

Guna memuluskan program tersebut, Bank yang sahamnya dimiliki pemerintah ini mempersiapkan 26 cabang di seluruh Indonesia, dengan target Rp20 triliun. Potensi yang paling besar berada di wilayah Kepri, mereka manargetkan angka sebesar Rp1rilun.

“Target untuk Cabang Batam cukup besar, mudah-mudahan bisa mencapai Rp1 triliun,”  Ujar Direktur Utama Bank Bukopin, Irlan Suud usai acara sisoalisasi peraturan tax amnesty dengan tema maju untuk negeri dengan tax amnesti di Grand I Hotel Nagoya, Jumat (29/7/2016) malam.

Kepri dianggap potensial karena wilayahnya yang berdekatan dengan Negara Singapura dan Malaysia. “Katanya uang orang Indonesia banyak parkir di Negara Singapura,” ungkapnya lagi.

General Manager (GM) Bisnis Regional VI Bank Bukopin, Rudi Bachtiar menyampaikan agar target nasional tercapai, pihaknya mempersiapkan berbagai program yang bisa dimanfaatkan nasabahnya. Mulai dari tabungan biasa, tabungan deposito, reksadana, hingga invetasi bank asuransi.

“Kami juga menyediakan tax konsultan pajak, nasabah yang masih bingung dan ingin ikut program ini bisa berkonsultasi terlebih dulu,” ucapnya.

Rudi menyatakan, pihaknya akan mendukung program tersebut semaksimal mungkin. Dengan harapan pengampunan pajak itu bisa berdampak positif bagi proyeksi pertumbuhan ekonomi indonesia di masa yang akan datang.

“Sehingga uang yang masuk ke Indonesia bisa dipergunakan untuk membangun,” katanya.

Pimpinan Cabang Bank Bukopin Batam, Iqbal Fauzan menyampaikan Batam mendapatkan tugas paling besar dari daerah lainnya. Kata dia, hal ini dikarenakan letak geografis Batam yang berdekatan dengan negara tetangga yakni Singapura.

“Masyarakat di sini (Batam) terbiasa berbinis dengan Singapuraa tau Malaysia dan mereka tidak mungkin tidak punya dana,” ungkapnya.

Pihaknya mengajak masyarakat Batam agar mau mesukseskan program tersebut. “Ini tantangan bagaimana agar mereka (nasabah) mau pakai pakai sistem one stop service seperti yang kita tawarkan,” ungkapnya. (hgt)

Respon Anda?

komentar