Hanya Masalah Helm, Bong Sung Fo Tewas Ditikam Anak Kandungnya

1507
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasiisau

batampos.co.id – Seorang anak remaja di Pangkal Pinang, bangka Belitung, tega menghabisi ayahnya dengan menikmnya hingga tewas hanya gara-gara persoalan helm.

Sia anak berinisial AP berusia 16 tahun ini pun diringkus polisi di gudang keramik Mega Mulia, tak jauh dari lokasi pembunuhan.

“Pelaku AP ini  anak kandung korban yang masih berusia 16 tahun. Dia melarikan diri sesudah menusuk orang tuanya  menggunakan pisau. Ibu anak itu yang lebih tahu kejadian ini,” ujar Tomy, keponan korban di depan ruang jenazah RSK Bakti Wara, Pangkal Pinang, seperti dilanisr Babel Pos (batampos.co.id Group), Minggu (31/7/2016) .

Korban bernama Bong Sung Fo (55), warga Konghin, Desa Mangkol Kecamatan Pangkalan Baru, Bangka Tengah, tewas akibat luka tikaman di bawah dada.

Pembunuhan ini terjadi pada Kamis (28/7/2016) malam sekitar pukul  20.00 WIB di toko milik mantan istri korban, Lidia Ambarita (41). Lokasi toko  berada di depan rumah korban.

Kejadian ini  menghebohkan warga sekitar. Aparat kepolisian yang mendapat laporan langsung bergerak mengejar pelaku.  Penangkapan AP sendiri dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Pangkalan Baru, Aipda Muslim.

“Kami telah berhasil menangkap  pelaku yang masih dibawah umur. Sekarang masih dalam pemeriksaan petugas dan motifnya sementara ini adalah permasalahan Helm. Pelaku tidak terima helmnya digunakan Ayahnya, maka terjadilah keributan yang berahir dengan penusukan,” kata Muslim.

Pelaku AP  telah mengakui perbuatannya dan dilakukan penahanan. Kejadian ini membuat tersangka terancam pasal 338 subsider 351 ayat 3 dengan ancaman  7 tahun penjara.

“Kita sudah memeriksa 3 saksi yaitu ibu tersangka keluarga dan tetangga. Kita masih dalami lagi,” tambah Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang, AKP Teguh Setiawan.(aka/nas/JPG)

Respon Anda?

komentar