Pembunuh Lia, Menyerahlah!

4722
Pesona Indonesia
Mayat perempuan berhijab saat ditemukan di hutan Dam Duriangkang wilayah Nongsa, Rabu (27/7/2016). Foto: eggi/batampos.co.id
Mayat perempuan berhijab saat ditemukan di hutan Dam Duriangkang wilayah Nongsa, Rabu (27/7/2016). Belakangan diketahui bernama Lia Arzalina, mahasiswis semester V STAI Ibnu Sina Batam. Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Misteri siapa pelaku pembunuhan terhadap Lia Arzalina, 22, yang tewas dibunuh dan tulang belulangnya ditemukan di hutan bumi perkemahan, Nongsa, Rabu (27/7/2016) lalu masih belum terkuak.

Baca Juga: Polda Kepri Terjunkan Anggota Bantu Pengungkapan Kasus Pembunuhan Lia

Kepolisian Sagulung bersama Satreskrim Polresta Barelang masih terus mendalami kasus pembunuhan itu. Sejauh ini polisi sudah memeriksa sejumlah saksi termasuk teman dekat dan beberapa anggota keluarga Lia.

Bahkan polisi yang kembali menelusuri lokasi penemuan jasad Lia, Kamis (29/7/2016) sore dan belum menyimpulkan secara pasti siapa pelaku pembunuhan Lia.

Baca Juga: Polisi Periksa DNA Lia

Keluarga Lia terus menanti kabar baik dari kepolisian untuk mengungkap siapa pelaku pembunuhan sadis terhadap mahasiswi semester V di kampus Ibnu Sina itu.

Ditemui di rumah kediamannya, Muari, ibu Lia bersama Ziana adik Lia tampak masih pucat. Duka yang mendalam masih jelas terpampang jelas di wajah mereka. Maklum dua wanita itu baru saja ditinggalkan oleh dua orang yang mereka sayangi.

Zamzali kepala keluarga di rumah tersebut meninggal karena kecelakaan lalu lintas di jalan Trans Barelang, Senin (4/7/2016) dan Lia putri pertama Muari atau kakak Ziana ditemukan tewas tinggal tulang belulang di kawasan hutan Bumi Perkemahan, Nongsa, Rabu (27/7/2016).

“Maaf pak masih berantakan, belum sempat beres-beres rumah,” sambut Muari saat sejumlah wartawan mendatangi rumah kediamannya di kaveling Saguba blok B2/9, Seibinti, Sagulung, Sabtu (30/7/2016).

Baca Juga: Jenazah Lia Dimakamkan di Samping Makam Ayahnya

Ya rumah ukuran 10x 6 meter persegi itu masih tampak berantakan. Di bagian depan masih berdiri tenda dan papan bungan ucapan duka cita atas kepergian Lia. Sejumlah kerabat dan kenalan keluarga Muari masih terus berdatangan ke rumah duka itu.

“Masih ramai orang yang datang, makanya belum bisa berbuat apa-apa,” ujar Muari.

Dalam percakapannya dengan wartawan, Muari maupun Ziana sepertinya masih tak percaya kenyataan yang mereka hadapi itu. Keduanya tak bisa menutupi perasaan sedih dengan kehilangan Zamzali dan Lia.

“Untung masih banyak yang datang jadi bisa terhibur,” tutur Muari.

Kejadian pilu yang dialami keluarganya, cerita Muari bermula saat ponselnya berdering pada Minggu (3/7/2016) siang. Saat itu Zamzali sang ayah menelepon Muari untuk menyuruh Lia menyusul Zamzali ke kawasan Panbil Mall untuk membayar zakat di daerah Punggur, Nongsa.

“Ayah sudah duluan keluar dari pagi katanya mau tukar uang Rp 5.000 an untuk persiapan Lebaran,” ujar Muari.

Sekitar pukul 11.00 WIB, Muari mengantar Lia ke jalan utama Seibinti di depan tempat tinggal mereka dengan sepeda motor agar Lia bisa naik angkot ke Panbil Mall.

“Biasanya kalau dia (Lia) mau keluar saya hanya antar sampai simpang depan setelah itu dia naik angkot dapur 12,” ujar Muari.

Saat tiba di simpang jalan utama Seibinti, Muari langsung pulang meskipun Lia belum naik angkot.

“Karena saya tengok ada angkot dapur 12 yang datang, saya langsung balek ke rumah. Pikir saya pasti Lia akan naik angkot yang datang itu,” ujarnya.

Berita Lainnya:
> Wanita Berjilbab yang Ditemukan Tinggal Tulang Belulang di Hutan Nongsa Diduga Lia Arzalina
Ayah Meninggal Saat Cari Lia, Ternyata Lia Juga Ditemukan Tewas, Diduga Dibunuh
> Leher Lia Patah, Polisi Temukan Tempurung Janin

Setelah itu, Muari mengaku tak tahu lagi apakah Lia jadi naik angkot tersebut atau tidak. Sejam kemudian, Muari kembali ditelepon oleh Zamzali dan menanyakan apakah Lia sudah berangkat atau belum sebab Lia belum kunjung tiba di kawasan Panbil Mall.

“Sejak saat itulah Lia hilang dan ponselnya tak aktif lagi,” ujar Muari.

Mengetahui Lia hilang kabar, Zamzali bersama anggota keluarganya yang lain mencoba mencari ke sejumlah tempat, namun Lia tak kunjung ketemu.

Keberadaan Lia masih belum diketahui sampai malam harinya. Senin (4/7/2016) pagi, usai sahur, Zamzali berpamitan kepada Muari untuk kembali mencari Lia. Itulah duka keluarga Muari dimulai.

Sekitar pukul 07.00 WIB, keluarga Muari mendapat kabar bahwa Zamzali tewas karena kecelakaan di jalan Trans Barelang.

Sampai jenazah Zamzali dimakamkan di pemakaman umum Sei Tamiang, Lia tak kunjung ketemu. Hampir tiga minggu keberadaan Lia yang misterius akhirnya terungkap setelah salah seorang warga menemukan kerangka seorang wanita yang belakangan diketahu itu tulang belulang Lia di hutan bumi perkemahan, Punggur Nongsa, Rabu (27/7/2016).

Penyelidikan polisi atas temuan tulang belulang Lia itu menyimpulkan bahwa Lia adalah korban pembunuhan dengan kondisi leher patah.

Nah siapakah pelaku pembunuhan terhadap wanita muda ini?

Penyelidikan polisi masih terus berlanjut, namun polisi belum menyimpulkan siapa pelaku pembunuhan Lia.

Kapolsek Sagulung yang secara intesif melakukan penyelidikan belum mampu menerka-nerka siapa pelaku pembunuhan Lia.

Sejumlah saksi dan barang bukti yang diperiksa polisi, belum memberikan petunjuk yang berarti.

“Perlu ketelitian untuk mengungkap kasus ini. Kami masih bekerja, semua bukti, informasi masih kami gali, semua kemungkinan masih ada, ujar Kapolsek Sagulung AKP Chrisman Panjaitan.

Namun ia berharap pelaku segera menyerahkan diri karena jika tidak, polisi akan bertindak lebih tegas. Jika perlu, bakal dilumpuhkan dengan timah panas. “Menyerahlah,” pinta Chrisman. (eja)

Respon Anda?

komentar