Pemko Batam Bangun Gorong-Gorong Senilai Rp 9 Miliar di Kabil, Yuk Awasi!

1625
Pesona Indonesia
Wali Kota Batam Rudi SE bersama Wakil Wali Kota Batam Amsakar Ahmad meninjau jalan rusak di kawasan Industri Kabil, Jumat (29/7/2016). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Wali Kota Batam Rudi SE bersama Wakil Wali Kota Batam Amsakar Ahmad meninjau jalan rusak di kawasan Industri Kabil, Jumat (29/7/2016). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota Batam berencana membangun parit sejauh 1 kilometer dan peninggian jalan di Hang Kesturi, Simpang Taiwan, Batam. Proyek yang dimulai penggaliannya, Sabtu (30/7/2016) itu menelan dana sekitar Rp 9 miliar.

Pembuatan gorong-gorong dan peninggian jalan tersebut, merupakan jawaban pemerintahan Kota Batam atas keluhan masyarakat akibat tingginya genangan air di jalan tersebut.

“Pengerjaan besok dilakukan, sore ini alat berat sudah kami datangkan ke sini,” kata Rudi pada saat meninjau genangan air di Jalan Hang Kesturi, Jumat (29/7/2016).

Ia mengatakan terkait perbaikan drainase ini, nantinya pihak Pemko Batam akan bekerja sama dengan pengelola industri di sekitar jalan tersebut.

“Kami sudah menemukan sepakat, dan solusinya sudah ditemukan,” ujar Rudi.

Mengenai dana perbaikan drainase dan juga peninggian jalan, Rudi menuturkan bahwa pihaknya akan menggunakan setengah dana dari APBD Provinsi dan setengahnya lagi akan ditanggung pihak pengelola Industri di sekitar jalan tersebut.

“Setengah-setengah, akan kita gotong royongkan,” ujarnya.

Pantauan Batam Pos, genangan air ini sudah ada cukup lama. Dan masyarakat sudah sering mengeluhkan, sebab jalan ini menghubungkan ke beberapa permukiman penduduk seperti Kampung Jabi dan Nongsa. Jalan ini juga digunakan oleh truk-truk dari kawasan industri.

Genangan air ini menyebabkan kemacetan, sebab beberapa kendaraan berhati-hati saat memasuki genangan air tersebut. Di tengah-tengah genangan air ini terdapat lubang, dan sering beberapa pengendara motor terjatuh disana. Dari pengakuan warga setempat, genangan air ini menjadi sangat rawan saat malam hari.

“Kadang kalau yang gak tau ada lubang, jadi mereka jalan aja. Akhirnya terjatuh disana, saya harap janji bapak walikota ini terealisasi secepatnya,” ujar Saprudin salah satu warga Kampung Jabi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Batam, Yumasnur menuturkan penyebab genangan air ini karena badan jalan lebih rendah dibandingkan dengan tanah sekitarnya. Sehingga air mengalir ke arah badan jalan. Selain itu kata Yusmasnur daerah tersebut tak memiliki serapan air yang cukup baik.

“Kita bangun parit sementara dulu, disertai pembangunan gorong-gorong. Setelah itu badan jalan ditinggikan,” pungkasnya. (ska)

Respon Anda?

komentar