Rusuh Tanjungbalai Sumut, 9 Orang Diamankan Polisi, Provokator Lewat Facebook Masih Diburu

1703
Pesona Indonesia
Kapolri Jenderal Tito Karnavian menggelar konferensi pers di Bandara Halim Perdanakusuma, Cawang, Jakarta Timur, Minggu (31/7/2016), terkait kerusuhan Tanjungbalai, Sumatera Utara. Foto: Fathan Sinaga/JPNN.com
Kapolri Jenderal Tito Karnavian menggelar konferensi pers di Bandara Halim Perdanakusuma, Cawang, Jakarta Timur, Minggu (31/7/2016), terkait kerusuhan Tanjungbalai, Sumatera Utara. Foto: Fathan Sinaga/JPNN.com

batampos.co.id – Polda Sumatera Utara akhirnya mengamankan sembilan warga yang dianggap paling bertanggung jawab atas kerusuhan dan perusakan yang terjadi di Tanjungbalai, Sumatera Utara, pada Jumat (29/7/2017) malam lalu.

“Iya, ada sembilan orang yang diamankan dan situasi aman terkendali,” kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Cawang, Jakarta Timur, Minggu (31/7/2016).

Tito menjelaskan, di antara sembilan warga yang diamankan, tujuh merupakan pelaku tindak perusakan. Sementara dua lainnya, terekam CCTV melakukan tindak pidana kekerasan.

‎”Tujuh diduga melakukan penjarahan, dua orang terekam CCTV saat melakukan kekerasan pada saat peristiwa terjadi,” kata dia.

Mantan Kepala Badan Nasional Terorisme (BNPT) ini menegaskan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait siapa pelaku provokasi melalui media sosial Facebook.

Mengantisipasi adanya provokasi lanjutan, ia sudah membentuk tim cyber crime untuk melakukan penindakan.‎

“Kami juga ‎mengirimkan tim untuk melacak, kalau ada mereka melakukan isu provokatif,” tegas Tito.

Sebelumnya, Tito juga telah menerjunkan Kalemdikpol Komjen Syafruddin ke lokasi kejadian.

Syafruddin mengaku, dia telah memerintahkan Kapolda Sumut Irjen Budi Winarso untuk menetralisir keadaan di sana.

“Saya harap situasi segera pulih. Tokoh agama telah bertemu dan sepakat menjaga kedamaian,” timpal jenderal bintang tiga ini.

Dia pun menjamin, keadaan saat ini di Tanjung Balai dan Sumatera Utara sudah kondusif.

Sementara untuk proses penegakan hukum, Syafruddin mengatakan menyerahkan kepada kepolisian setempat untuk bisa menyelasaikan masalah ini.

“Masalah penegakan hukum, saya minta anggota supaya lakukan secara akurat dan tepat. Jangan main asal tangkap saja,” tukasnya.

Seperti diketahui, kerusuhan dipicu sikap Meliana, salah satu warga Tionghoa, yang menerobos masuk ke dalam masjid menegur muazin karena merasa terganggu dengan suara azan.

Tindakan Meliana ini kemudian memicu kemarahan jamaah. Awalnya, amarah jamaah berhasil diredam, namun entah siapa yang memprovokasi, ribuan warga kemudian berkumpul dan marah hingga merusak rumah Meliana dan kelenteng atau vihara.  (mg4/jpnn)

Respon Anda?

komentar