16 Tewas, saat Balon Udara Terbakar

522
Pesona Indonesia

balonudarabatampos.co.id – Sabtu (30/7/2016), 16 orang kehilangan nyawa saat balon udara tersebut diduga menabrak kabel listrik terbakar. Kendaraan udara itu akhirnya terjatuh di sebuah ladang di dekat Lockhart, Negara Bagian Texas, Amerika Serikat (AS), pada pukul 07.40.

Kantor Sheriff Caldwell County menjelaskan, pihaknya mendapat laporan tentang adanya kebakaran. Namun, begitu polisi dan pasukan penanganan gawat darurat datang, yang mereka lihat adalah sebuah keranjang besar balon udara yang tengah terbakar. Seluruh penumpang sudah tidak bernyawa ketika ditemukan.

Badan Keamanan Transportasi Nasional tidak mengungkapkan detail penyebab kecelakaan tersebut. Yang jelas, cuaca bukanlah penyebabnya. Sebab, saat itu cuaca cukup bagus.

’’Tim FBI sedang dikirim ke lokasi untuk mengetahui penyebab kecelakaan,’’ ujar Erik Grosof, salah seorang staf Badan Keamanan Transportasi Nasional di lokasi.

Salah seorang warga, Margaret Wylie, menuturkan bahwa dirinya mendengar suara ledakan sebelum balon udara tersebut terjatuh. Suaranya mirip tembakan senapan. Menurut dia, mungkin balon udara itu menabrak kabel listrik.

Di ladang tempat balon udara tersebut jatuh, memang banyak kabel listrik yang bertebaran. ’’Balon udara itu langsung berubah seperti bola api besar,’’ terang Wylie.

Balon udara nahas tersebut sangat mungkin dioperasikan Heart of Texas Hot Air Balloon Rides. Sebab, ciri-ciri balon yang terbakar sama dengan foto-foto di akun Facebook mereka.

Yakni, ada gambar smiley yang menggunakan kacamata. Wilayah operasionalnya adalah Austin, Houston, dan San Antonio.

Pilot balon udara itu juga telah diidentifikasi sebagai Skip Nichols, pegawai Heart of Texas Hot Air Balloon Rides. Berdasar jadwal, mereka seharusnya hanya terbang selama 1 jam.

Namun, melihat waktu kejadian, mereka diperkirakan baru terbang selama 26 menit sebelum akhirnya terjatuh.

Juru Bicara Federasi Balon Udara Amerika Utara Jeff Chatterton menyatakan, tragedi kecelakaan balon udara tersebut merupakan salah satu yang paling mematikan. Di Amerika Utara, ada lebih dari 150 perusahaan yang mengoperasikan balon udara secara komersial.

’’Ada ribuan balon udara yang beroperasi setiap tahun. Ini benar-benar tragis,’’ kata Chatterton.

Kecelakaan yang melibatkan balon udara beberapa kali terjadi. Pada Februari 2013, sebanyak 19 turis dari Eropa dan Asia tewas di Luxor, Mesir, saat balon udara yang mereka tumpangi terjatuh.

Pada Januari 2012, ada 11 orang yang meninggal ketika balon udara yang mereka naiki di Selandia Baru terbakar dan akhirnya jatuh. (AFP/Reuters/sha/c14/any)

Respon Anda?

komentar