50 Anggota Polri-TNI Napaktilas Perjuangan di Kundur

854
Pesona Indonesia
Kapolda Kepri, Brigjend Pol Sam Budigus
Kapolda Kepri, Brigjend Pol Sam Budigus

batampos.co.id – Jajaran Polda Kepulauan Riau dan TNI melaksanakan napak tilas sejarah perjuangan ke Tanjungbatu, Kundur. Jumlahnya mencapai 450 orang. Terdiri dari 300 anggota Polri dan 150 anggota TNI dari Raider dan Marinir.

“Semoga kegiatan Napak Tilas ini mampu meningkatkan kebersamaan dan solidaritas personel Polda Kepri serta sinergitas TNI dan Polri di wilayah Provinsi Kepulauan Riau,” kata Kapolda Kepri, Brigjen Pol Sambudi Gusdian.

Kegiatan napak tilas ini dilakukan dalam rangka peresmian Sekolah Pendidikan Negara (SPN) Polda Kepri. Pasukan bergerak dari Lapangan Upacara Polda Kepulauan Riau menuju Mako Dit Polair Polda Kepri Sekupang.

Setelah itu dilanjutkan perjalanan laut menuju Pulau Kundur Utara. Lalu perjalanan darat kembali melalui sungai Ungar di Tanjung Batu. Dan berakhir di SPN Polda Kepulauan Riau Tanjung Batu.

Sebelum diberangkatkan, pasukan mengikuti Upacara Pemberangkatan Peleton Beranting di Lapangan Mapolda Kepri. Kapolda melepas pantola atau panji kebesaran SPN bersama Komandan Pangkalan Angkatan Laut Batam, Komandan Yonif Infanteri 136 Raider, Komandan Batalyon 10 Marinir Stoko Batam serta pejabat utama Polda Kepri.

“Napak tilas ini untuk mengenang jasa dan perjuangan para Insan Bhayangkara di Provinsi Kepulauan Riau serta untuk menanamkan dan menumbuhkan semangat Tribrata dan Catur Prasetya dalam sanubari,” ujarnya.

Gedung SPN Polda Kepri berada di Tanjungbatu, Kundur. Awalnya, bangunan tersebut milik Kesatuan Mobile Brigade (Mobrig). Mobrig, ketika itu, aktif dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, termasuk wilayah Kepulauan Riau.

Namun, situasi berubah ketika ada likuidasi terhadap kekuatan personel Resimen Brimob. Markas Komando Brimob itupun dialih-fungsikan menjadi Mako Dit Polair Polda Riau. Tahun 2014, Dit Polair Polda Riau dipindahkan ke Kabupaten Siak, Riau. Mako Brimob itupun diserahkan ke Polda Kepulauan Riau. Mako itu pun berubah menjadi SPN Polda Kepri tahun anggaran 2016 sesuai arahan pimpinan.

“Semangat yang terdapat dalam cerita sejarah tersebut diharapkan mampu menularkan kepada calon-calon Bhayangkara muda yang nantinya akan mengikuti pendidikan pembentukan di SPN Polda Kepulauan Riau,” ujarnya. (ceu/bpos)

Respon Anda?

komentar