Awasi Penegakan Hukum Kasus Kejahatan Satwa Liar

264
Pesona Indonesia
Banyak warga yang sedang melihat pameran foto yang diselenggarakan WWF di taman kota Jalan Diponegoro, Pekanbaru Ahad (31/7/2016). Foto : ARIEF BUDI KUSUMA/RIAU POS/jpg
Banyak warga yang sedang melihat pameran foto yang diselenggarakan WWF di taman kota Jalan Diponegoro, Pekanbaru Ahad (31/7/2016). Foto : ARIEF BUDI KUSUMA/RIAU POS/jpg

batampos.co.id – Provinsi Riau melakukan berbagai kegiatan dilokasi Car Free Day, Minggu (31/7) lalu. Kegiatan tersebut juga sebagai sosialisasi dukungan penegakkan hukum kejahatan kepada satwa liar. Disamping merayakan Hari Harimau Sedunia “Global Tigers Day”, World Wide Fund (WWF) for Nature.

Koordinator Pengelolaan Habitat dan Ekosistem WWF Riau, Nurcholis Fadhli mengatakan, Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki harimau diantara 13 negara yang ada di dunia. Untuk itu ia mengajak kepada seluruh masyarakat untuk mendukung penegakan hukum tindakan kejahatan satwa liar yang kerap dilakukan oleh oknum-oknum yang ingin mengambil keuntungan.

“Kita harus sama-sama mengawal upaya penegakan hukum dan pengungkapan terhadap kasus kejahatan satwa liar di Riau. Karena saat ini habitat satwa liar di Riau saat ini semakin lama semakin terancam,” ajaknya seperti diberitakan Riau Pos (Jawa Pos Group), hari ini (1/8).

Humas WWF Riau, Syamsidar mengatakan, peringatan hari harimau sedunia jatuh pada tanggal 29 juli yang dimulai sejak yg tahun 2010. Pada tahun pihaknya bekerjasama dengan Polda Riau, Balai Pengamanan dan Penegakkan Hukum (BPPH) Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Komunitas Tiger Heart, Mahasiswa Pecinta Alam dan pihak lainnya dalam penyelenggaraan acara.

“Harimau sumatera saat ini terus terancam dan spesies yang terancam punah. Meskipun katanya ada kelahiran tetapi ada juga kematian karena konflik dengan manusia dan sebagainya. Untuk itu kami mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga dan melindungi satwa liar maupun yang dilindungi,” ajaknya. (jpg)

Respon Anda?

komentar