Awe Ajak Bintan Bersinergi Bangun Sektor Maritim

423
Pesona Indonesia
Bupati Lingga Alias Wello bersama Gubernur kepri Nurdin Basirun beberapa waktu lalu. foto:humas pemprov
Bupati Lingga Alias Wello bersama Gubernur kepri Nurdin Basirun beberapa waktu lalu. foto:humas pemprov

batampos.co.id – Potensi sektor maritim Lingga dan Bintan Kepulauan Riau (Kepri) begitu besar. Luas wilayah laut kurang lebih 60 persen dari total wilayah provinsi ini adalah potensi hebat yang perlu digarap bersama untuk dimaksimalkan.

Untuk itu, beberapa waktu lalu Bupati Lingga, Alias Wello, mengajak pemerintah Kabupaten Bintan bersinergi membangun bersama sektor kelautan dan perikanan di kedua wilayah yang berbatas tersebut. Awe yakin, dengan adanya kerjasama kedua daerah ini akan sangat menguntungkan. Wacana inipun sudah disampaikan Awe langsung kepada Bupati Bintan, Apri Sujadi, beberapa waktu lalu.

“Kerjasama ini disambut baik Bupati Bintan, pak Apri Sujadi. Dalam waktu dekat, kita sama-sama akan meminta restu pak Gubernur,” ungkap Awe dalam sambutannya pada kegiatan Pemkab Lingga kemarin.

Dengan luas wilayah kelautan yang mendominasi perairan Kepri, sumber daya alam (SDA) yang melimpah hanya terkendala sarana dan prasarana. Padahal, sebagian besar masyarakat berprofesi sebagai nelayan. Jika hal ini dapat di maksimalkan, kesejahteraan masyarakat nelayan akan sangat diuntungkan.

Selain itu, dikatakan Awe, kedua wilayah baik Lingga maupun Bintan dengan karakteristik kepulauan sama halnya dengan Natuna yang kini menjadi perhatian pusat. Kedua wilayah ini juga memiliki visi dan misi mengembangkan sektor martim.

“Perairan Bintan itu luasnya sampai ke Pulau Tambelan. Sedangkan Lingga luasnya sampai ke perairan Pekajang, berbatas Bangka. Di sebelah timurnya, selat Karimata berbatas dengan Kalimantan. Sebelah Barat dengan Jambi dan Palembang,” ungkap Awe.

Selain itu, perairan Lingga dan Bintan juga menjadi salah satu kajian Universitas Sriwijaya (Unsri) yang telah diakui potensinya.
“Para ahli di Unsri memuji besarnya potensi laut kita ini. Tapi sejauh ini kita belum mampu mengoptimalkan,” ungkap Awe.

Agar dapat mengoptimalkan sektor maritim ini, sambung Awe, perlulah perhatian dan restu Gubernur Kepri maupun pemerintah pusat untuk mengembalikan kejayaan jalur Selat Malaka. Menghidupkan dunia maritim, mengoptimalkan sumber kelautan dan perikanan.

Disisi lain, kata Awe, perhatian pemerintah pusat terhadap Natuna maupun Anambas untuk dijadikan kawasan maritim terbesar di Indonesia, agar tidak melupakan wilayah 60 persen Kepri ini. Awe juga mengaku khawatir jika kedepan, misi Lingga dan Bintan terkendala karena fokus pemerintah pusat dan pemprov hanya tertuju pada Natuna dan Anambas. Ia berharap, seluruh wilayah kepulauan Kepri mendapat perhatian khusus pemerinatah jika memang ingin serius memaksimalkan potensi maritimnya.

Wilayah Kepri yang memang begitu strategis, boleh menjadi provinsi unggulan yang mendapat perhatian penuh disektor maritim. Baik kelautan maupun perikanan agar tidak ada ketimpangan nantinya. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar