Baru Setahun Diperbaiki, Jalan Nasional di Tarempa Sudah Rusak

414
Pesona Indonesia
Jalan nasional di Tarempa yang sudah rusak. padahal baru diperbaiki setahun yang lalu. foto:syahid/batampos
Jalan nasional di Tarempa yang sudah rusak. padahal baru diperbaiki setahun yang lalu. foto:syahid/batampos

batampos.co.id – Bagi pengendara bermotor harus lebih ekstra berhati-hati saat melintasi akses jalan raya Rintis-Tarempa. Pasalnya jalan tersebut saat ini sudah rusak dengan lubang-lubang yang bertebaran, padahal baru setahun jalan tersebut mendapat perbaikan. Pembangunan jalan itu diduga tidak sesuai standar sehingga jalan itu mudah pecah dan berlubang.

Kerusakan ini cukup dirasakan oleh masyarakat luas khususnya bagi masyarakat Desa Tarempa Barat dan Kota Tarempa, Kecamatan Siantan, hal ini dikarenakan jalan itu mengalami kerusakan yang sukup parah. Jalan Semen itu sudah banyak yang mengelupas dan pecah. Bahkan besi tulang mencuat keluar.

Jalan ini juga sudah menjadi keluhan banyak warga Tarempa maupun warga sekitar. Apalagi saat ini hingga kini belum ada jalan alternatif lain. Mereka menganggap dinas terkait dinilai lamban dalam melakukan perbaikan.

“Kami sudah sering sampaikan kepada pegawai DPU, tapi belum ditindaklanjuti, padahal mereka semua yang bekerja di DPU dan memanfaatkan akses jalan tersebut. Terkadang saya merasa heran saja, apakah memang mereka tidak perduli atau anggarannya tidak ada,” kata Rahmat (47) warga Desa Tarempa Barat, Minggu (31/7)

Sangat terasa saat pagi hari tiba, jalan itu pasti ramai dilintasi kendaraan, dapat dilihat mulai dari anak-anak sekolah hingga para
pekerja pemerintahan akan memanfaatkan akses jalan itu. Bagi kendaraan bermotor yang akan melintas jalan itu harus lebih berhati-hati, sebab kondisi jalan itu semakin hari sangat memprihatinkan bagi pengendara.

Ditambah dengan malam hari dengan hampir tidak ada penerangan lampu jalan. Tahun lalu pernah dipasang lampu jalan yang menggunakan tenaga surya, tapi lampu tersebut kini padam. Kuat dugaan lampu surya yang terpasang sebagai penerang jalan tidak dirawat dengan baik, sehingga sejumlah lampu tidak bisa digunakan lagi.

Makin bertambah cemas yang dirasakan oleh masyarakat luas untuk melintasi jalan itu pada malam hari. Sangat dikwatirkan jalan itu bisa dijadikan tempat bagi pembuat kejahatan untuk melakukan aksinya. Namun hal itu belum pernah terjadi, akan tetapi perlu diantisipasi segera mungkin.

“Mudah-mudahanlah bang, apa yang saya sampaikan ini di dengar dari pak Bupati, sebab kami sangat membutuhkan perbaikan akses dijalan tersebut. Kita tunggu sampai pembahasan APBDP ini, semoga jalan tersebut dapat diperbaiki lagi dengan baik dan tidak asal jadi saja,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sahtiar, mengatakan jalan yang mengalami kerusakan tersebut menjadi tanggung jawab dari pemerintah pusat, sebab jalan itu statusnya tingkat nasional. Pemerintah daerah tidak bisa serta merta melakukan perbaikan, jika tidak ada rekomendasi dari pusat. Pihaknya telah berupaya untuk menyurati ke pemerintah pusat, namun masih menunggu keputusan dari sana.

Ia menambahkan jalan yang berstatus tingkat nasional diantaranya yakni simpang Rintis menuju Tarempa, jalan Payaklaman menuju Matak Kecil dan Payaklaman menuju Peninting. Ketiga akses jalan itu menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, baik itu penambahan pembangunan maupun perbaikannya. “Kita sudah berupaya menyampaikan hal tersebut, mudah-mudahan akan direspon,” ungkapnya. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar