Jalin Kerjasama dengan Wakjek, Telkomsel Jamin Tak Ada “Blank Spot”

1110
Pesona Indonesia
GM Regional Account Management Telkomsel Sumatera, Zulfikar (kiri) betukar berkas MoU yang telah diteken bersama dengan CEO Wakjek Indonesia Burhanuddin Nur (kanan) disaksikan Ismu Widodo, Manager Regional Accaount Management Telkomsel Sumbagteng di gedung grhaPARI Telkomsel Batam, Senin (1/8/2016). Foto: istimewa/batampos.co.id
GM Regional Account Management Telkomsel Sumatera, Zulfikar (kiri) betukar berkas MoU yang telah diteken bersama dengan CEO Wakjek Indonesia Burhanuddin Nur (kanan) disaksikan Ismu Widodo, Manager Regional Accaount Management Telkomsel Sumbagteng di gedung grhaPARI Telkomsel Batam, Senin (1/8/2016). Foto: istimewa/batampos.co.id

batampos.co.id – Telkomsel dan PT Wakjek Indonesia menjalin kerjasama untuk mengoptimalkan layanan kepada masyarakat Batam.

Kerjasama ini ditandai penadatanganan nota kerjasama antara General Manager Regional Account Management Telkomsel Sumatera, Zulfikar, dengan CEO Wakjek Indonesia Burhanuddin Nur di Gedung grhaPARI Telkomsel Batam, Senin (1/8/2016) .

Wakjek merupakan perusahaan aplikasi online bermitra dengan lebih dari 200-an pengojek di Batam yang tergabung dalam satu wadah koperasi untuk memberikan layanan transportasi berbasis online.

Seluruh driver ojek di Wakjek dilengkapi dengan smartphone yang di dalamnya disematkan kartuHALO Hybrid dari Telkomsel, lengkap dengan paket voice, SMS, maupun data yang sangat memudahkan operator Wakjek berkomunikasi dengan calon maupun para pelanggannya di seluruh Batam.

“Kami bangga, dari kota kelahiran Telkomsel, Batam, kini lahir layanan ojek online berbasis aplikasi. Ini produk kreatif daerah pertama yang lahir dari kreasi anak daerah,” ujar Zulfikar.

Zulfikar mengatakan, Telkomsel merupakan operator selular terkemuka di Indonesia yang memiliki jangkauan terluas di seluruh Indonesia. Bahkan di Kepri, khususnya Batam, semua daerah telah tercover layanan Telkomsel.

“Kami punya infrastruktur yang kuat dan jangkauannya luas. Ada 3G dan kini 4G sehingga kami jamin tidak ada blank spot. Jadi sangat tepat Wakjek bermitra dengan kami, apalagi nyawa bisnis yang berbasis aplikasi itu ya jaringan selular yang luas dan

kuat serta berkualitas. Kalau tidak kuat dan luas bagaimana mungkin masyarakat bisa mengakses aplikasi Wakjek,” ujar Zulfikar.

Kenapa harus kartuHALO Hybrid? Ismu Widodo, Manager Regional Accaount Management Telkomsel Sumbagteng menjelaskan, hal itu disesuaikan dengan kebutuhkan driver Wakjek saat ini.

“Dengan kartuHALO Hybrid senilai Rp 60 ribu per bulan, setiap driver Wakjek sudah dapat kuota 2,5 GB data, free call 50 menit, dan 100 SMS. Ini sudah cukup,” kata Ismu.

Namun, jika pada perjalanannya nanti ternyata Wakjek membutuhkan yang lebih, maka Telkomsel siap memberikan layanan yang diinginkan. Termasuk dalam sistem pembayaran dan lain sebagainya.

“Telkomsel sebagai provider telekomunikasi terbesar di Indonesia selalu mendukung penuh start-up yang ada di Indonesia. Kami senang bisa bekerjasama dengan Wakjek sebagai produk lokal yang berbasis aplikasi,” kata Ismu.

Zulfikar dan Ismu menambahkan, lebih dari 75 persen perusahaan di Indonesia menggunakan solusi bisnis Telkomsel. Tidak hanya sebatas kebutuhan komunikasi, tapi juga solusi-solusi lain seperti M2M, T-Drive, T-Bike, Digital Adversting, web2SMS, dan
masih banyak lagi.

CEO Wakjek Indonesia Buhanuddin Nur juga mengaku senang bisa bekerjasama dengan Telkomsel.

“Seperti yang dikatakan Pak Zulfikar bahwa nyawa bisnis kami adalah jaringan seluar yang baik dan luas. Kalau blank spot habis kami. Jadi kami pilih Telkomsel untuk para driver ojek mitra kami karena kami yakin bisa memberikan layanan terbaik dengan jarigannya yang luas,” ujar Burhanuddin Nur.

Ia mengatakan, dalam waktu dekat, layanan Wakjek juga akan semakin bertambah. Jika saat ini baru sebatas layanan ojek (termasuk antar jemput anak TK) dan kirim barang (termasuk antar jemput ASI), ke depan makin banyak layanan. Antara pemesanan makanan, service AC, taksi, dan lainnya.

“Pekan depan sudah bisa melayani pemesanan makanan, kami bekerjasama dengan pemilik-pemilik usaha makanan di Batam,” ujar Burhanuddin.

Sedangkan permintaan agar ada layanan taksi, pihaknya masih mengkaji kemungkinan kerjasama dengan operator taksi yang ada di Batam sehingga tidak menimbulkan benturan dengan pengelola taksi lainnya.

“Kita juga akan mengembangkan Wakjek ini ke kota/kabupaten lainnya di Kepri,” ujar Burhanuddin. (nur)

Respon Anda?

komentar