Kapal Pengawas Perikanan Kembali Tangkap Dua Kapal Asing Pencuri Ikan

662
Pesona Indonesia
Kapal pencuri ikan yang ditangkap Kapal Pengawas Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. foto:syahid/batampos
Kapal pencuri ikan yang ditangkap Kapal Pengawas Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. foto:syahid/batampos

batampos.co.id – Kapal Pengawas Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI kembali menunjukkan taringnya. Selang satu hari saja Kapal Ikan Asing (KIA) kembali ditangkap oleh Kapal Pengawas Perikanan. Sebelumnya Kapal Pengawas Hiu macan Tutul 02 kini giliran kapal pengawas Hiu 014.

Kapal tersebut menangkap dua kapal asing di yakni BD 97088 TS dengan kapten Li Van Hai (48) dan TG 90701 TS dengan kapten Tran Van Bay, masing-masing berbendera Vietnam. ABK kapal masing-masing 12 orang jadi ada 24 orang dari dua kapal itu. Semuanya berkewarganegaraan Vietnam.

Kapten Kapal Pengawas Perikanan Hiu 014, Ahmat Kahar, menjelaskan dari hasil penangkapan itu mendapatkan sejumlah alat bukti kurang lebih 1,5 ton ikan segar. Barang bukti lain berupa jaring, rawai, alat komunikasi, navigasi dan lain-lain seluruh perlengkapan kapal.

Alasan KIA itu ditangkap tentu mereka sudah jelas melanggar dan dapat terlihat di peta ZEE saat mereka masuk wilayah perairan Indonesia. Artinya saat dilakukan pengecekan mereka tidak memiliki dokumen yang sah atau tidak memiliki izin untuk menangkap ikan di laut Indonesia.

“Hal ini kita lakukan sesuai dengan jadwal kerja dan melakukan patroli laut mulai dari laut Selat Malaka hingga ke perairan Laut Cina Selatan ini,” ungkap Ahmat Kahar, Minggu (31/7).

Saat ditanya apakah KIA itu ada unsur kesengajaan atau mereka tidak mengetahui itu laut Indonesia, ia langsung menegaskan tidak mungkin mereka tidak mengatahuinya, sebab sistem navigasi di KIA itu sudah canggih.

“Mereka sengaja masuk wilayah Indonesia untuk menangkap ikan. Akibat mereka terlalu asik menangkap ikan di laut kita, tidak sadar kapal patroli sudah mendekat siap menangkap mereka,” ungkapnya.

Tambahnya, kedua KIA itu ditangkap sekitar pukul 09:00 dan 09:30. Hanya berbeda kurang lebih setengah jam kedua KIA itu dapat diamankan dan langsung dibawa menuju wilayah yang terdekat yakni Tarempa.

“Kami tetap terus akan menjaga perairan laut Indonesia dari pencuri ikan tanpa izin yang sah dari negara. Tidak dipungkiri laut kita memiliki penghasilan laut yang berlimpah dan patut kita jaga serta dilindungi dari illegal fishing,” pungkasnya.

Ia mengaku kedua kapal tersebut tidak melakukan perlawanan saat ditangkap, pengakuan dari mereka bahwa baru dua hari mereka melakukan pelayaran dari negara asalnya. Lanjutnya, saat ditangkap KIA itu sempat berusaha kabur saat dilakukan pengejaran.

“Mereka kalah cepat dari Kapal Pengawas. Meski kapal itu menambah mesin hingga 10 unit tidak akan lepas dari pengejaran kita,” ungkapnya tutupnya.(sya/bpos)

Kini kedua kapal berikut 24 ABK dan barang bukti lainnya diserahterimakan kepada Satker Pengawas Suberdaya Kelautan dan Perikanan Antang untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar