Karimun Peringkat Dua Peredaran Narkoba di Kepri

547
Pesona Indonesia
Danlanal bersama KPPBC dan Sat Narkoba serta BNN Karimun berikan keterangan penangkapan tiga pelaku penyelundupan narkoba. foto:sandi/batampos
Danlanal bersama KPPBC dan Sat Narkoba serta BNN Karimun berikan keterangan penangkapan tiga pelaku penyelundupan narkoba. Karimun menempati peringkat dua jumlah peredaran nrakoba di Kepri. foto:sandi/batampos

batampos.co.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI asal Kepri Hj Dwi Ria Latifa menegaskan, peredaran narkotika di Kepulauan Riau mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat. Mengingat, wilayah Kepri berbatasan langsung dengan negara Singapura, dan Malaysia. Sehingga, sangat sulit untuk mendeteksi masuknya narkoba dari luar negeri.

Kondisi tersebut diperparah lagi dengan banyaknya “pelabuhan tikus” yang menjadi modus untuk pengiriman narkoba dengan titik koordinat tertentu. Kemudian, ada yang menampung barang haram tersebut dengan menggunakan boat pancung. Kegiatan ini biasanya dilakukan pada malam hari atau menjelang subuh.

”Ya, saya sudah sampaikan kondisi Kepri, khususnya terkait peredaran narkotika kepada Kepala BNN Komjen Budi Waseso. Artinya, mohon perhatian khusus terhadap Kepri. Bagaimanapun, Kepri salah satu daerah penyumbang narkoba yang besar persentasinya,” jawab Dwi Ria Latifa saat menghadiri peringatan HANI 2016, Sabtu (30/8) lalu.

Menurut pengakuan anggota Komisi III DPR RI ini, setiap rapat bersama BNN, dirinya terus mengingatkan agar Kepri menjadi perhatian khusus terhadap peredaran narkoba. Lantaran informasi yang didapat, hampir 75 persen seluruh lapas di Kepri diisi oleh pelaku narkoba.

”Selain pihak aparat penegak hukum, peranan semua pihak untuk memerangi narkoba harus terus digalakkan. Indonesia, sudah benar-benar gawat darurat akan narkoba,” ungkapnya.

Sementara Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNN) Karimun, AKBP TA Rahman tidak menafikan jika Kabupaten Karimun termasuk penyumbang pengguna narkoba terbesar atau nomor dua setelah Kota Batam untuk Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Secara nasional, Kepri menempati urutan ke 4 jumlah pengguna narkoba terbanyak di tahun 2015. Artinya, di bawah Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Medan, dan Kalimantan Timur.

“Intinya, mari kita bersama-sama memerangi narkoba bersama aparat penegak hukum. Untuk saling saling membahu dan bergandeng tangan untuk memberantas peredaran gelap narkoba di daerah berlandaskan empat azam ini, ” pesannya. (tri/bpos)

Respon Anda?

komentar