Pekerja Informal Juga Perlu BPJS Ketenagakerjaan

386
Pesona Indonesia
BPJS Ketenagakerjaan
BPJS Ketenagakerjaan

batampos.co.id – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan melaksanakan Edukasi di pelantaran Pasar Bestari Bintan Center, Tanjungpinang, Sabtu (30/7) lalu.

Kurniawan, Pelaksana Tugas Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kota Tanjungpinang mengatakan tujuan edukasi yang dilakukan untuk memberikan pencerahan bagi masyarakat luas. Utamanya bagi mereka yang bukan penerima upah (BPU) atau sektor informal.

“Edukasi juga dilakukan untuk memberikan pemahaman bahwa BPJS Ketenagakerjaan berbeda dengan BPJS Kesehatan,” ujar Kurniawan, Sabtu (30/7).

Dikatakan Kurniawan, BPJS Ketenagakerjaan ini penting. Ketika terjadi resiko kecelakaan, keluarga tidak akan jatuh miskin karena pemerintah melalui BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan santunan.

Melalui edukasi, diharapkan masyarakat bukan penerima upah (BPU) seperti pedagang pasar mau menjadi peserta. Terlebih pihaknya memberikan kemudahan dengan membukan stand pendaftaran di pasar saat pelaksanaan edukasi.

Dalam tiga bulan ke depan pihaknya akan terus melakukan edukasi masif. Data yang dimilikinya saat ini, mereka pekerja yang bukan penerima upah (BPU) atau sektor informal yang sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan sekitar 1.100 orang. Dia menargetkan untuk di Kota Tanjungpinang bisa mencapai 5.000 orang.

Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah pada saat Itu mengatakan, masih banyak warga Tanjungpinang yang belum mengerti manfaat menjadi peserta anggota BPJS Ketenagakerjaan. Sebagian warga juga masih belum mengetahui bahwa BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan itu berbeda. Karena itu, Lis pun menyambut baik upaya BPJS Ketenagakerjaan untuk melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait manfaat BPJS Ketenagakerjaan tersebut.

Menurut Lis iuran untuk BPJS Ketenagakerjaan tidak terlalu berat. Namun manfaatnya bisa mencover dengan nilai besar pada saat peserta mengalami kecelakaan kerja. Manfaat dari BPJS Ketenagakerjaan itu cukup membantu.
Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Tanjungpinang Surjadi menambahkan, program BPJS Ketenagakerjaan sangat membantu keluarga yang ditinggalkan, bahkan juga pekerja itu sendiri saat mengalami kecelakaan kerja dan membutuhkan perawatan.

“Preminya hanya seharga dua bungkus rokok, semantara manfaatnya sangat besar,” ujarnya. (Lra/bpos)

Respon Anda?

komentar