Pemkab Dharmasraya Luncurkan Program Jumat Berinfak Rp 2 Ribu

1006
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya meluncurkan program “Jumat Berinfak Rp 2 Ribu”, Senin (1/8) di Auditorium Dharmasraya.

Zakat merupakan rukun Islam kelima. Setiap muslim yang mempunyai harta, apabila telah cukup nisab dan haulnya, wajib mengeluarkan zakat.

Wakil Bupati Dharmasraya Amrizal Dt Rajo Medan saat meluncurkan program itu menyebutkan, selain berzakat, Islam juga menganjurkan untuk mengeluarkan wakaf, infak dan sedekah. Di samping bernilai ibadah yang dicintai Allah SWT, sekaligus bentuk kepedulian untuk berbagi terhadap sesama yang membutuhkan.

“Kalaulah zakat, infak dan sedekah kita kelola dengan baik, saya yakin kesulitan yang kita hadapi bisa diatasi dengan mudah,” ucapnya seperti diberitakan Padang Ekspress (Jawa Pos Group), hari ini (1/8).

Wakil Kepala Bidang Pendistirbusian dan Pendayagunaan Zakat Baznasda Dharmasraya, Ridwan Syarif menyebutkan, hingga kini dana Baznasda yang sudah terkumpul sekitar Rp 6 miliar dan sampai akhir Juli sudah disalurkan Rp 1,9 miliar.

Dana tersebut disalurkan kepada janda-janda kurang mampu, jompo para mustahik dan lain sebagainya. Total penerima zakat sebanyak 780 orang. Masing- masing dapat bantuan Rp 500 ribu.

Selain itu, bantuan juga diberikan kepada petugas kebersihan, ketertiban dan keindahan (K3) di lingkungan Pemkab Dharmasraya, termasuk 639 orang guru sukarela dengan besar bantuan Rp 600 ribu per orang.

“Saat ini, kita sedang verifikasi program yang bertajuk satu keluarga satu sarjana. Verifikasi kita lakukan mulai Agustus hingga Oktober. Sedikitnya, sekitar 60 proposal sudah kita terima,” ucapnya.

Program tersebut ditujukan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu dan berprestasi, namun tidak mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. “Kami akan biayai hingga tamat atau wisuda. Namun, kriterianya harus terpenuhi,” jelasnya.

Di antara persyaratan adalah, dalam keluarga tersebut belum satupun anak yang menjadi sarjana. Di samping itu, nilai juga harus tinggi dan wajib kuliah di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Baznas akan memberikan biaya sebesar Rp 750 ribu setiap bulan per anak selama delapan semester.

Untuk tahun 2016 akan dibantu sebanyak 14 orang anak berprestasi dari keluarga kurang mampu dan dibagi per kecamatan. Sementara beasiswa untuk D3, S1 dan S2 juga akan dilakukan verifikasi dengan bantuan Rp 2 juta per tahun.

Soal adanya rumor bantuan selama kurang tepat sasaran, Ridwan mengakui mengaku kerap mendengar informasi tersebut. Namun, kata dia, jika informasi itu sesudah Juni 2016, maka dia siap bertanggung jawab selaku Kepala Bidang pendisitribusian Pendayagunaan Zakat.

“Kita langsung turun ke lokasi melakukan pemantauan, sehingga rasanya bantuan yang kita berikan tepat sasaran. Tapi, jika ada temuan tolong laporkan. Kami akan segera tindaklanjuti,” katanya. (jpg)

Respon Anda?

komentar