Wan Samsi Bersenandung, Wakapolda Meneteskan Air Mata

661
Pesona Indonesia
Wakil Kepala Polisi Daerah (Wakapolda) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Komisaris Besar Polisi Yan Fitri Halimansyah. foto:rpg
Wakil Kepala Polisi Daerah (Wakapolda) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Komisaris Besar Polisi Yan Fitri Halimansyah. foto:rpg

batampos.co.id – Halal Bihalal warga Tambelan yang berlangsung di Hotel Comfort Tanjungpinang pada Sabtu 30/7 lalu memberi kesan kepada Wakil Kepala Kepolisian Polda Kepri, Kombes Pol Yan Fitri. Dia sampai meneteskan airmata ketika Ketua Panitia Halal Bihalal Wan Samsi bersenandung saat menyampaikan sambutan.

Menurut Yan Fitri, senandung Wan Samsi tersebut mengingatkan dia kepada ibundannya yang juga berasal dari Tambelan. “Air mata saya menetes teringat senandung ibu saat kecil,” kata Wakapolda saat menyampaikan kesan dan pesan di hadapan lebih dari 600 warga Tambelan.

Menurut Yan Fitri, warga Tambelan telah berbuat banyak untuk kemajuan pembangunan Indonesia maupun Kepulauan Riau.” Saya katakan kepada warga Surabaya waktu menjadi Kapowiltabes Surabaya, saya anak melayu yang menjaga Kota Pahlawan,” ujar Yan.

Dia menganjurkan kepada warga Tambelan untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia sehingga mampu bersaing dengan sumber daya dari negara lain.

“Kita upayakan anak anak Kepri yang hendaknya menjadi pengawal pembangunan Kepri yang tidak boleh meninggalkan kultur kemelayuannya,” ucap Yan Fitri.

Sedangkan Wali Kota Tanjungpinang yang juga penasehat Kerukunan Keluarga Tambelan Tanjungpinang menyatakan, permasalahan Tambelan yang tidak pernah selesai adalah transportasi. Kondisi tersebut bahkan telah berlangsung sejak tahun 2011, sewaktu dia menjadi Wakil Ketua DPRD Kepri. Masalah transportasi, kata dia, menjadi hal yang mustahak untuk diselesaikan pihak terkait.

“Untuk di Tanjungpinang, warga Tambelan kita harapkan selalu kompak dalam mengisi pembangunan Tanjungpinang dan Kepri,” ujar Lis yang disambut dengan pukulan gong maupun beduk.

Lis berharap, sumber daya asal Tambelan tidak berpuas diri. Harus terus meningkatkan kemampuan di semua lini. Setidaknya saat ini ada lima pejabat eselon II di Pemko Tanjungpinang yang berasal dari Tambelan di antaranya Kepala Kesbang Pol Wan Kamar, Kadis Perhubungan Wan Samsi, Kepala Dinas Pertamanan dan Kebersihan Almazuar Amal, Inspektorat Daerah Rosita Assad, Kadis Perindag Koperasi Suyatno yang merupakan istri nya asal Tambelan. Kemudian beberapa orang duduk di eselon II.

Ketua KKT Tanjungpinang Djumadi Yahya menyampaikan, saat ini Tambelan sedang mengalami krisis listrik yang tidak berkesudahan. Bukannya hidup siang malam, tapi malam pun listrik mati.Akibatnya warga kita susah dan gelap.
“Kita minta PLN segera menuntaskan masalah tersebut. Jangan dibiarkan terlalu lama rakyat Tambelan dalam kegelapan,” kata Djumadi.

Memang warga Tambelan pada saat Halal Bihalal menyalakan petromak sebagai simbol protes listrik mati di Tambelan pada malam hari.

Menurut Djumadi, banyak masalah yang sedang dihadapi warga Tambelan. Tidak hanya masalah listrik, melainkan transportasi, dan kelengkapan sarana kesehatan yang memadai. (Lra/bpos)

Respon Anda?

komentar