Delay 5 Jam, Menhub Panggil Manajemen Lion Air

985
Pesona Indonesia
Ilustrasi. Foto: Dokumen JPNN
Ilustrasi. Foto: Dokumen JPNN

batampos.co.id — Maskapai penerbangan Lion Air kembali berulah. Baru selesai masalah keterlambatan (delay) berkepanjangan yang terjadi Minggu (31/7) pada lima jadwal penerbangan dari Bandara Soekarno Hatta, Senin (1/8) malam maskapai ini kembali bikin penumpangnya marah.

Pesawat Lion Air JT-357 dari BIM, Padangpariaman tujuan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang mengalami delay lebih dari lima jam.

Salah seorang penumpang, Yulianda mengatakan jadwal pesawat Lion Air yang ditumpanginya seharusnya terbang pukul 17.00. Namun, dia baru diberangkatkan pukul 22.45 dengan pesawat lain.

Saat tahu pesawat delay, kata Yulianda sejumlah penumpang kesal dan marah-marah. “Jadwal penerbangan kami pukul 17.00 WIB. Katanya dijanjikan berangkat pukul 20.00 WIB. Namun, baru jam segini baru berangkat. Ini baru mau naik pesawat,” ungkap warga Ladanglaweh Bukitinggi ini ketika dihubungi pukul 22.45, tadi malam.

Menurut Yulianda, dia bersama penumpang lainnya diberikan makan malam oleh pihak maskapai. Pesawat yang mengangkut mereka ke Bandara Soetta tadi malam, bukan pesawat semula yang delay. “Kami naik pesawat Airbus, digabung dengan penumpang pesawat Lion Air JT-255 yang juga delay,” ujarnya seperti diberitakan Padang Ekspress (Jawa Pos Group), Selasa (2/8).

Head Station Lion Air BIM, Chandra yang dihubungi Padang Ekspres tadi malam, belum mau berkomentar terkait penyebab delay tersebut. Dari suara di telepon Chandra, terdengar suara cukup ramai. Tidak jelas, apakah dia sedang berupaya menenangkan para calon penumpang yang terkena delay atau tidak. “Mohon maaf dulu ya pak, saya lagi sibuk melayani penumpang,” jelas Chandra sembari mematikan ponselnya.

Di sisi lain, Manager Operasional BIM Alzog Pendri mengakui memang ada penerbangan yang dibatalkan keberangkatannya (cancel). Namun, dia beralasan belum mendapatkan kepastian detail informasi tersebut. “Nomor penerbanganya juga belum tahu. Belum mendapat report dari teman-teman,” katanya.

Masalah Operasional

Sementara itu, sehari sebelumnya (31/7) terjadi delay berkepanjangan pada lima jadwal penerbangan dari Bandara Soekarno Hatta. Lima rute itu yakni Cengkareng – Lombok, Cengkareng-Bengkulu, Cengkareng-Surabaya, Cengkareng – Surabaya dan Cengkareng-Banjarmasin.

Kondisi itu mengakibatkan beberapa penerbangan terpaksa ditunda sampai keesokan harinya (1/8)

Direktur Umum Lion Air Edward Sirait dalam rilisnya menjelaskan, penyebab utama delay tersebut adalah karena masalah operasional. “Di mana kami harus mengganti crew dikarenakan dampak delay pada siang hari yang disebabkan masalah operasional dan terdapat beberapa pesawat yang mengalami masalah teknikal, sehingga dampaknya kami harus melakukan penggantian crew pada penerbangan tujuan Lombok, Bengkulu, Surabaya dan Banjarmasin,” tuturnya, kemarin.

Atas kejadian itu, pria yang karib disapa Edo ini meminta maaf kepada penumpang yang terkena dampak. Di samping itu, Lion juga telah memberikan kompensasi kepada penumpang, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Pagi tadi (kemarin, red) kami telah dan akan menerbangkan seluruh penerbangan yang mengalami penundaan dari hari Minggu (31/7). Kami mohon maaf sebesar besarnya atas ketidaknyamanan yang penumpang kami alami,” tandas Edo.

Anggota Komisi V DPR M Nizar Zahro, menyebutkan penerbangan Lion Air mengalami delay karena alasan masalah

Operasional menunjukkan tidak profesionalnya pihak maskapai tersebut.

Politikus Gerindra itu menegaskan, pihak maskapai harus memenuhi hak penumpang sebagaimana diatur Permenhub Nomor 25 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Angkutan Udara dan Permenhub Nomor 77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara.

“Penumpang berhak mendapatkan kompensasi dari maskapai bila penerbangan mereka terlambat alias delay,” ujar Nizar.

Di sisi lain, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengaku sudah mendapatkan informasi terkait delay berjam-jam yang dialami penumpang Lion Air. Menyikapi itu, dia akan memanggil manajemen Lion Air dan pihak Angkasa Pura sebagai pengelola bandara, Selasa (2/8). (jpg)

Respon Anda?

komentar